Kumparan Logo

Timbul Ruam di Kulit Anak Setelah Demam, Apa Penyebabnya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
12
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Demam pada Malam Hari Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Demam pada Malam Hari Foto: Shutterstock

Demam termasuk salah satu penyakit yang umum terjadi pada anak. Ada beberapa hal yang bisa jadi penyebab demam, yaitu efek samping imunisasi, tumbuh gigi, alergi, hingga tanda anak mengalami infeksi ataupun penyakit lainnya.

Namun, pernahkah Anda melihat timbulnya ruam kemerahan di tubuh anak setelah demam? Misalnya di kulit wajah, tangan punggung, kaki, hingga tangan.

Ilustrasi ruam di tangan anak. Foto: Shutterstock

Bila ya, hal itu normal terjadi, sehingga Anda tak perlu khawatir, Moms. Ruam kemerahan itu biasanya akan muncul dalam waktu 12-24 jam sejak demam berakhir.

Lantas, apa penyebab timbulnya ruam di kulit anak setelah demam? Berikut penjelasannya sebagaimana dikutip dari Mom Junction.

Penyebab Timbul Ruam di Kulit Anak Setelah Demam

1. Roseola

Ilustrasi bayi terkena penyakit roseola atau tampak. Foto: Shutter Stock

Roseola adalah salah satu jenis infeksi virus yang cukup sering terjadi pada anak. Infeksi ini disebabkan oleh virus human herpesvirus-6 (HHV-6). Sehingga, infeksi virus roseola sering disebut sebagai penyakit keenam pada anak.

Infeksi dapat dimulai saat anak mengalami demam tinggi, yaitu sekitar 38,8-40,5 derajat celcius. Demam bisa berlangsung selama 3-7 hari dan disertai dengan gejala diare, batuk, pilek, dan penurunan nafsu makan.

Setelah mulai demam mereda, ruam kemerahan di kulit akan muncul sekitar 12-24 jam kemudian. Ruam-ruam tersebut bisa timbul di perut, dada, dan belakang tubuh anak, dan berlangsung selama 1-3 hari.

2. Penyakit kaki, tangan, dan mulut

Ilustrasi Anak Kena Flu Singapura atau Penyakit Tangan, Kaki, Mulut (PTKM). Foto: Shutterstock

Penyakit kaki, tangan, dan mulut (hand, foot, and mouth disease) atau di Indonesia dikenal dengan flu Singapura juga dapat menimbulkan ruam pada kulit anak. Kondisi ini disebabkan oleh enterovirus dengan jenis spesies coxsackievirus A16 dan enterovirus 71. Flu Singapura cukup sering terjadi pada anak di bawah usia lima tahun. Gejala Flu Singapura meliputi demam, sakit tenggorokan, sariawan, hingga penurunan nafsu makan.

Setelah demam, biasanya akan muncul ruam atau bintik-bintik merah seperti cacar dan melepuh di bagian bokong, punggung, selangkangan, kaki, dan tangan anak. Kendati demikian, ruam-ruam tersebut akan menghilang seiring berjalannya waktu.

3. Erythema infectiosum

Ruam kulit pada bayi baru lahir. Foto: Shutterstock

Erythema infectiosum merupakan infeksi yang disebabkan oleh parvovirus B19. Penyakit ini berkaitan dengan penyakit infeksi kulit urutan kelima yang paling sering terjadi pada anak-anak. Sehingga, erythema infectiosum sering disebut sebagai penyakit kelima pada anak.

Beberapa gejala penyakit kelima yang bisa terjadi pada anak, yaitu demam dan pilek. Biasanya, demam dapat berlangsung 7-10 hari. Setelah demam mereda, ruam kemerahan akan muncul di pipi dan menyebar ke anggota tubuh anak.

kumparan post embed