Tips agar Anak Aman di Lautan

Siapa yang tidak sedih membaca berita-berita tentang lima kecelakaan kapal yang terjadi selama sebulan terakhir ini. Apalagi saat membaca ada anak-anak bahkan bayi yang menjadi korbannya. Wajar bila banyak orang tua lantas jadi membayangkan bagaimana bila musibah ini terjadi pada diri dan anak-anaknya. Ngeri sekali, ya.
Tapi rasa ngeri atau takut kita juga tidak akan bisa menyelamatkan nyawa, Moms! Apabila kapal tenggelam atau ada keadaan darurat lainnya, kita perlu tahu langkah-langkah tepat yang harus dilakukan ntuk menyelamatkan diri sendiri maupun keluarga kita.
Menurut Safe Kids Worldwide, lebih baik lagi jika kita juga melakukan langkah-langkah pencegahan. Sebab, bencana datang tanpa kita duga kapan dan di mana. Tidak perlu menunggu si kecil berada di atas lautan untuk melakukan pencegahan atau persiapan.
Safe Kids Worldlwide adalah organisasi nonprofit yang bekerja untuk membantu keluarga dan komunitas menjaga anak-anak agar tidak cedera. Safe Kids bekerja dengan jaringan luas lebih dari 400 koalisi di Amerika Serikat dan dengan mitra di lebih dari 30 negara untuk mengurangi cedera lalu lintas, penenggelaman, jatuh, luka bakar, keracunan dan banyak lagi.

Apa saja tipsnya? Berikut, kumparanMOM merangkum untuk Anda:
1. Kenakan Pelampung
Selalu pastikan anak Anda memakai pelampung atau jaket keselamatan saat melakukan perjalanan laut maupun di perairan lainnya. Ini termasuk bila anak melakukan olahraga atau rekreasi air ya, Moms.
Pastikan ukuran jaketnya terpasang dengan cukup kuat, pas memeluk tubuh anak dan sesuai dengan ukuran maupun berat badannya.
Bagaimana cara memastikannya? Pakaikan pelampung pada anak, pasang tali pengikatnya, lalu mintalah anak mengangkat kedua lengan lurus ke atas. Jika jaket pelampung menyentuh dagu atau telinga anak, itu bisa berarti talinya mungkin terlalu longgar atau pelampung tersebut terlalu besar untuknya.
2. Bijak Memilih Pelampung Bayi
Mengacu pada konvensi internasional untuk perjanjian maritim internasional tentang keselamatan kehidupan di laut yang disebut Safety of Life at Sea (SOLAS), bayi tidak boleh berlayar atau berpergian menggunakan kendaraan laut sampai bayi memiliki berat yang sesuai untuk memakai jaket keselamatan atau personal flotation device (PFD).
PFD yang baik dan sesuai dengan standar keselamatan seharusnya memiliki dan mencantumkan dengan jelas untuk berat badan berapa pelampung ini dapat digunakan.
Sebenarnya ini berlaku untuk kendaraan di atas air lainnya termasuk perahu dayung, kayak, kano, perahu motor, getek bahkan sepeda air bentuk bebek yang mungkin sering Anda lihat di tempat wisata, Moms!
"Sama logikanya dengan pakai helm saat naik motor. Kalau kita enggak bisa menyediakan helm dengan standar keselamatan yang layak untuk anak, atau helmnya masih kebesaran untuk mereka, artinya belum saatnya anak diajak serta!" ujar inisiator sekaligus coach dari Safekids Indonesia (SKI), Wahyu Setyawan Minarto, yang biasa disapa Paman Billie.

3. Jaga Anak Tetap Hangat
Bayi dan balita berisiko lebih tinggi mengalami hipotermia atau turunnya temperatur tubuh secara drastis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh, yaitu di bawah 35°C.
Jadi selama melakukan perjalanan laut, pastikan Anda membawa selimut atau jaket agar si kecil tetap hangat. Jika anak Anda tampak kedinginan atau menggigil, bungkuslah dengan erat di dalam selimut atau handuk kering.

4. Jangan Gunakan Alat Bantu Renang
Ingat bahwa alat bantu renang seperti ban berenang, pelampung tangan, rompi apung, floaties atau papan pelampung yang biasa digunakan anak berenang tidak boleh digunakan sebagai pengganti jaket keselamatan atau PFD.
Kondisi air laut beda dengan kondisi air di kolam renang, Moms! Apalagi kalau Anda membandingkannya dengan air kolam renang anak yang cetek dan tak berombak itu.
Belilah jaket keselamatan atau pelampung yang memang dibutuhkan anak untuk keselamatannya. Keluar uang lagi untuk keselamatan diri, pantas kan?
5. Buat Aturan untuk Anak
Sampaikan beberapa aturan keselamatan di laut pada anak dan jelaskan kenapa ia harus mematuhinya. Anak-anak perlu memahami dan mengikuti aturan seperti menjaga tangan dan kaki mereka di dalam perahu setiap saat, tidak berlarian di sisi kapal, dan tidak memanjat pagar kapal misalnya.
Ingatkan juga anak untuk selalu memakai pelampungnya dan tidak berpergian jauh dari sisi Anda. Karena tempat yang paling aman bagi anak selama berada di atas kapal adalah di dekat orang tuanya.

7. Belajar dari para Profesional
Anak juga perlu mendapat pelajaran berenang yang baik dari profesional, termasuk mempelajari cara mengapung di laut untuk menunggu bantuan dan perbedaan cara berenang di kolam renang dan di perairan terbuka seperti lautan.
Biarkan anak memahami bahwa berenang di perairan terbuka tidak sama dengan berenang di kolam. Mereka perlu menyadari permukaan yang tidak rata, arus sungai, arus laut dan perubahan cuaca. Ajari anak-anak cara menapak air, mengapung dan tinggal di tepi pantai.
Bila anak sudah lebih besar, tidak ada salahnya mendaftarkan mereka mengikuti kursus keselamatan di laut (basic sea survival). Lebih baik lagi, daftarkan diri Anda untuk ikut belajar bersama mereka.
Belajar dari profesional juga membuat anak mengerti dan disiplin untuk hanya berenang di area yang diperuntukkan untuk berenang. Jadi anak tidak akan sembarangan menyelam ke lautan, danau atau sungai yang tidak diketahui pasti kedalaman air atau apa yang mungkin tersembunyi di bawah permukaannya.

8. Belajar CPR
Orang tua juga dapat mendaftarkan diri untuk belajar CPR atau Cardiopulmonary Resusication. Ini adalah usaha untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan fungsi sirkulasi serta penanganan akibat terhentinya fungsi atau denyut jantung pada orang-orang yang mengalami kegagalan total tiba-tiba.
Pelatihan CPR dapat membuat Anda merasa lebih siap dan tenang, Moms. Cari tahu mengenai pelatihan ini di rumah sakit setempat, organisasi pencinta alam atau lembaga-lembaga lain yang melakukan pelatihan bersertifikat.
Selain itu dengan menguasai CPR, Anda tidak hanya dapat menyelamatkan nyawa anak bila terjadi kecelakaan tapi juga dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkan pertolongan.
