Kumparan Logo

Tips agar Menjadi Orang Tua yang Lebih Berwibawa

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak dan orang tua. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dan orang tua. Foto: Shutter Stock

Setiap orang tua tentu memiliki gaya pengasuhan yang berbeda, dan semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun berdasarkan studi, pengasuhan otoritatif merupakan gaya pengasuhan anak terbaik.

Mengutip Verywell Family, pengasuhan otoritatif atau berwibawa bertujuan untuk menciptakan dan mempertahankan hubungan yang positif dengan anak. Para peneliti menemukan bahwa orang tua yang otoritatif mampu membesarkan anak-anak yang lebih bahagia dan lebih sehat untuk menghadapi tantangan dunia nyata.

Hal yang memiliki peran penting dalam gaya pengasuhan ini adalah karakter orang tua yang berwibawa. Namun, jika Anda merasa tidak memiliki karakter ini, jangan khawatir, Moms. Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk menjadi orang tua yang berwibawa. Simak penjelasannya berikut ini.

Tips Menjadi Orang Tua yang Berwibawa

Ilustrasi Ibu dan anak mengobrol. Foto: Shutter Stock

Dengarkan Anak

Dalam pengasuhan otoritatif, orang tua perlu menyambut dan mendengarkan pendapat anak. Biarkan anak berbagi keluh kesah dan ide mereka. Ya Moms, dengan menjadi pendengar yang baik, Anda tidak hanya akan menjadi orang tua yang berwibawa, tetapi juga membantu mencegah masalah perilaku pada anak.

Validasi Emosi Anak

Selain mendengarkan, penting bagi Anak untuk memvalidasi emosi anak, baik itu emosi positif maupun emosi negatif. Ya Moms, orang tua yang berwibawa akan membantu anak melabeli dan mengenali emosinya. Katakan pada anak bahwa tidak masalah jika ia merasa sedih atau marah. Setelah itu, ajarkan pada si kecil untuk mengontrol dan menangani perasaan tersebut.

Pertimbangkan Perasaan Anak

Ilustrasi Ibu yang memeluk anak saat sedih. Foto: Shutter Stock

Sama halnya dengan orang dewasa, anak pun memiliki perasaan yang perlu dipertimbankan, Moms. Misalnya, saat Anda berencana untuk pindah rumah, tanyakan pada si kecil bagaimana perasaan atau pendapatnya. Si kecil mungkin belum bisa menjawabnya secara detail, namun pertanyaan tersebut setidaknya membuat anak merasa bahwa orang tuanya peduli dengan perasaannya.

Buat Aturan yang Jelas

Aturan merupakan hal penting dalam pengasuhan yang bertujuan untuk mendisplinkan anak. Namun, untuk menjadi orang tua yang berwibawa, Anda perlu membuat aturan yang jelas, Moms. Misalnya, alih-alih menyuruh anak tidur karena sudah malam, lebih baik jelaskan bahwa tidur lebih awal lebih baik agar anak bisa lebih semangat pada pagi hari dan terhindar dari rasa kantuk.

Aturan yang dibuat dengan dasar keamanan, kesehatan, dan alasan sosial lain membuat anak lebih paham dan mau menaatinya secara sukarela.

Berikan Peringatan sebagai Konsekuensi

Ilustrasi Ibu memberi peringatan pada anak. Foto: Shutter Stock

Dalam pengasuhan otoritatif, hukuman merupakan hal yang perlu diminimalkan. Jika anak melakukan kesalahan, Anda dapat memberikan peringatan sebagai konsekuensinya. Misalnya, “Kalau kamu enggak mulai mengerjakan PR sekarang, nanti kita enggak jadi beli camilan untuk bekal sekolah besok".

Tak sekadar diucapkan, Anda juga perlu konsisten pada ucapan tersebut, Moms. Setelah ia selesai mengerjakan PR, ajak anak membeli camilan sebagai bentuk apresiasi.

Seimbangkan Kebebasan dan Tanggung Jawab

Tak ada salahnya untuk memberi anak kebebasan dalam memilih sesuatu, Moms. Namun, Anda juga perlu mengajarkan anak tentang tanggung jawab dan konsekuensi dari pilihan tersebut. Cara ini akan membuat anak lebih berhati-hati dalam melakukan dan menentukan sesuatu.

kumparan post embed