Kumparan Logo

Tips agar Wisata Alam Lebih Seru untuk Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Liburan ke pegunungan bersama keluarga. Foto: areetham/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Liburan ke pegunungan bersama keluarga. Foto: areetham/Shutterstock

Wisata alam bisa menjadi pilihan untuk berlibur bersama anak dan keluarga. Ya Moms, Anda bisa berkunjung ke pegunungan, pantai, atau agrowisata. Selain menyenangkan, wisata alam juga bisa menjadi sarana untuk menenangkan pikiran dan mengembalikan energi yang berkurang di tengah hiruk pikuk perkotaan. Anda dan keluarga pun bisa menghirup udara segar, mendengar kicauan burung, dan merasakan jernihnya air.

Selain itu, wisata alam juga memiliki manfaat untuk perkembangan anak, seperti mengembangkan kemampuan sosial-emosional, meningkatkan kreativitas, dan menguatkan fisiknya. Namun, beberapa anak bisa saja merasa kurang antusias saat diajak berwisata di alam terbuka.

Nah Moms, dikutip dari VeryWell Family, berikut beberapa tips yang bisa dicoba agar wisata alam bisa terasa lebih seru untuk anak.

Tips Membuat Wisata Anak Terasa Lebih Seru untuk Anak

Ilustrasi keluarga liburan bersama di taman. Foto: Kencana Studio/Shutterstock

1. Kenalkan pada Alam

Sebelum jauh-jauh berwisata, Anda mungkin bisa mengenalkan anak tentang alam terlebih dahulu. Salah satunya dengan mengajak si kecil piknik di taman kota. Ya Moms, cara sederhana ini bertujuan untuk membangun ketertarikan anak pada alam terbuka. Biarkan ia menikmati suasana di taman tersebut, seperti mengejar kupu-kupu dan merasakan tekstur di rumput.

“Terhubung dengan alam bisa sesederhana merencanakan jalan-jalan biasa di sekitar taman lokal, pergi piknik, atau belajar cara berkebun dalam pot di kebun belakang rumah,” jelas Richard Louv, penulis buku Last Child in the Woods: Saving Our Children from Nature-Deficit Disorder.

2. Biarkan Anak Bermain Kotor-kotoran

Moms, tak ada salahnya sesekali membiarkan anak bermain kotor-kotoran, seperti bermain pasir atau basah-basahan di air. Hal ini menjadi pengalaman menyenangkan untuk anak karena ia merasa bebas melakukan apa saja di alam terbuka.

“Jika anak-anak diberi kesempatan untuk merasakan alam, bahkan dengan cara yang sederhana, interaksi dan keterlibatan akan terjadi secara alami,” ujar Louv.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa bermain kotor-kotoran juga membuat anak terpapar berbagai bakteri, kuman, dan virus yang justru dapat membantu membangun sistem kekebalan dan mengurangi risiko alergi dan penyakit tertentu di kemudian hari. Ya Moms, pastikan saja, anak mandi dan membersihkan diri setelah bermain kotor-kotoran.

3. Minta Anak Memimpin Jalan

Ilustrasi anak wisata alam. Foto: FAMILY STOCK/Shutterstock

Saat jalan-jalan di alam terbuka, biarkan anak yang memimpin perjalanan tersebut. Menurut Louv, cara ini dapat meningkatkan kepercayaan diri, kelincahan, kreativitas, rasa ingin tahu, hingga kemampuan memecahkan masalah. Louv juga menyarankan orang tua untuk mengurangi penggunaan ponsel agar anak bisa menikmati momen tersebut.

4. Gunakan Kreativitas

Menggunakan kreativitas juga dapat membuat wisata alam menjadi lebih menyenangkan untuk anak. Misalnya, saat menyusuri jalanan di hutan, minta anak untuk mengumpulkan batu atau daun kering dengan berbagai ukuran. Kemudian, ajak anak untuk melukis di atas batu dan daun tersebut.

5. Tumbuhkan Jiwa Petualang pada Anak

Untuk anak yang lebih besar, Anda mungkin bisa mengajaknya melakukan aktivitas yang lebih ekstrem, seperti bermain flying fox, hingga trekking. Aktivitas ini dapat membantu untuk menumbuhkan jiwa petualang di diri anak. Namun, jika memang anak takut dan tidak tertarik, jangan dipaksa ya, Moms.

kumparan post embed