Kumparan Logo

Tips Ajari Anak Mengelola Emosi dengan Baik

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak marah. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak marah. Foto: Shutter Stock

Bisa mengelola emosi dengan baik ternyata jadi salah satu keterampilan hidup yang penting dimiliki anak. Ya Moms, anak yang bisa mengelola emosi dengan baik cenderung tidak akan meledak saat marah dan terhindar dari stres.

Agar si kecil bisa mengelola emosi dengan baik, orang tua bisa melakukan beberapa cara. Apa saja yang bisa dilakukan?

Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi

Psikolog Pendidikan Rumah Dandelion, Orissa Anggita Rinjani mengatakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak agar dapat mengelola emosinya.

Pertama, Anda bisa membantu mengenalkan nama-nama emosi. Orang tua juga harus memberikan kesempatan anak untuk mengalami berbagai macam emosi, termasuk emosi yang kurang menyenangkan seperti sedih, kecewa, malu, kesal dan marah.

Ilustrasi anak nangis. Foto: Shutter Stock

"Terkadang kita sebagai orang tua tidak tega atau kasihan melihat anak mengalami emosi yang kurang menyenangkan sehingga bawaannya ingin buru-buru untuk mengakhiri, menghibur, mengalihkan, gitu ya," ujar Orissa kepada kumparanMOM, Selasa (7/5).

Padahal untuk belajar mengelola emosi, anak perlu punya pengalaman dengan emosi tersebut. Orang tua juga perlu mendampingi anak sampai emosi negatif tersebut datang.

Kedua, orang tua dapat mengajarkan anak batasan. Beri pemahaman bahwa semua emosi boleh dirasakan tetapi tidak semua bisa diterima.

"Sehingga boleh, kok, merasa sedih, merasa marah ya. Tetapi tidak menyakiti orang lain, tidak menyakiti diri sendiri, dan juga tidak merusak barang-barang," tutur Orissa.

Ilustrasi anak sedih, murung, trauma. Foto: myboys.me/Shutterstock

Ketiga, ajarkan cara spesifik untuk mengelola emosi. Orang tua bisa membantu mereka dengan memberi contoh, misalnya dengan memeluk diri sendiri dengan menepuk-nepuk pundak serta teknik menarik napas.

Ajarkan trik-trik mengelola emosi tersebut ketika emosi mereka sedang netral. Artinya jangan mengajarkan sesuatu ketika anak sedang merasakan emosi negatif, Moms.

Hal keempat yang bisa dilakukan adalah menjadi contoh bagi anak. Beri contoh bagaimana Anda berupaya tetap tenang dan mengelola emosi saat sedang mengalami kejadian yang tidak menyenangkan.

"Kita boleh tidak selalu terlihat tegar atau kuat di depan anak kita boleh kok bilang, ‘Ibu sedang sedih, jadi ibu perlu waktu untuk tenang dulu ya sebentar’," tutup Orrisa.

kumparan post embed