Tips Ajari Anak Merawat Diri agar Tidak Mudah Tertular Kutu Rambut

6 Desember 2021 15:00
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi rambut anak yang terkena kutu. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rambut anak yang terkena kutu. Foto: Shutterstock
Kutu rambut jadi masalah yang paling sering terjadi pada anak usia sekolah. Menurut penelitian yang dilansir Web MD, setiap tahun terdapat 6-12 juta anak usia sekolah di Amerika Serikat yang terkena kutu rambut.
Sementara itu, dilansir Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine (2011) , anak perempuan lebih rentan terkena kutu rambut. Dalam penelitian yang melibatkan siswa di Thailand tersebut, sebanyak 26% anak perempuan berusia 12 tahun dan 55% anak perempuan berusia 8 tahun, terkena serangan kutu rambut. Penyebabnya bisa jadi karena rambut anak perempuan cenderung lebih panjang, sehingga mudah bersentuhan dengan rambut anak penderita kutu saat bermain.
Ya Moms, ternyata permasalahan kutu rambut tidak hanya terjadi pada anak Indonesia. Siapa saja bisa terkena serangannya. Bila kutu rambut sudah hidup di kulit kepala, ia dapat dengan mudah bertelur dan menetas 1-2 minggu kemudian. Selain mengganggu karena menyebabkan gatal, serangga parasit ini pun senang mengisap darah. Dalam beberapa kasus, kutu rambut bahkan bisa menyebabkan anemia .
Oleh sebab itu, edukasi terkait penularan kutu rambut perlu diajarkan kepada anak, sehingga ia bisa mengetahui cara bikin kutu mati kutu.
Sejatinya, kutu rambut tidak bisa melompat karena ia tidak memiliki kaki belakang yang cukup kuat. Kutu juga tidak bisa terbang karena tidak bersayap. Ia hanya bisa berjalan, berpindah dari satu rambut ke rambut lainnya melalui media tertentu. Oleh sebab itu, ajarkan anak untuk tidak berbagi benda-benda pribadi dengan orang lain. Mulai dari sisir, topi, handuk, atau bantal.
Ilustrasi rambut gatal karena gigitan kutu. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rambut gatal karena gigitan kutu. Foto: Shutterstock
Beri tahu anak untuk tidak sering menempelkan kepala atau menyentuh rambut temannya saat sedang bermain untuk menghindari terjadinya penularan kutu
Selain itu, bila si kecil memiliki rambut panjang, minta anak untuk mengikat rambutnya ketika bermain. Hal ini dilakukan agar rambut anak tidak saling bersentuhan, Moms. Jangan lupa meminta anak untuk memberi tahu Anda bila kepalanya merasa gatal. Bisa jadi itu terjadi akibat gigitan kutu rambut.

Cara Mengatasi Kutu Rambut

Jika kulit kepala anak terasa gatal dan muncul kemerahan, segera cari apakah ada telur kutu pada batang rambutnya. Biasanya, telur kutu berwarna keputihan atau kecoklatan. Walaupun mirip dengan ketombe, telur kutu berbentuk agak lonjong.
Tempat termudah untuk menemukannya adalah di bagian rambut area belakang leher atau di sekitar telinga.
Setelah itu, cuci rambut seperti biasa dengan sampo dan air bersih. Dalam keadaan rambut yang setengah kering, oleskan obat kutu rambut yang mengandung Permethrin 1% secara merata ke seluruh rambut dan kulit kepala, termasuk bagian belakang telinga dan leher belakang.
Jangan langsung dibilas, Moms. Diamkan selama 10 menit, lalu sisir rambut dari kulit kepala menuju ujung rambut menggunakan sisir serit (sisir halus rapat). Teknik menyisir ini membuat telur dan kutu rambut dapat menempel pada sisir dan lebih mudah dibersihkan. Bila sudah, bilas rambut dan kulit kepala hingga bersih.
Hindari meninggalkan anak sendirian dengan obat kutu di rambutnya. Penggunaan obat ini perlu diawasi orang tua ya, Moms.
Pengobatan sebaiknya diulang 7 sampai 10 hari setelah pemberian obat yang pertama. Obat kutu dengan kandungan Permethrin 1% bisa digunakan untuk anak dari usia 1 tahun hingga dewasa.
Jika kutu rambut tak kunjung pergi, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Peditox. Foto: dok. Combiphar
zoom-in-whitePerbesar
Peditox. Foto: dok. Combiphar
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Combiphar
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020