Tips Aman Ajak Anak Main di Air agar Terhindar dari Risiko Tenggelam
ยทwaktu baca 3 menit

Beberapa anak umumnya sangat suka bermain di air, baik itu di kolam renang atau perairan terbuka seperti sungai, pantai dan lainnya. Meski begitu, orang tua perlu waspada karena anak lebih berisiko tenggelam di air daripada orang dewasa.
Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), secara global, tingkat kematian kasus tenggelam tertinggi terjadi pada anak-anak berusia 1-4 tahun. Risiko ini bisa semakin tinggi apabila anak-anak berada di dekat perairan, yang biasa dijadikan tempat mereka bermain.
"Di mana ada akses ke air, risiko tenggelam selalu ada. Tenggelam terjadi hanya dalam hitungan detik dan sebagian besar secara diam-diam," ujar Inisiator SafeKids Indonesia, Wahyu Minarto atau yang akrab disapa Paman Billie, kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Untuk menjaga anak tetap aman saat bermain di wisata air, berikut beberapa tips dari Paman Billie yang bisa jadi panduan orang tua.
1. Supervisi Aktivitas Anak di Dalam Air
Menurut Paman Billie, sangat penting untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan si kecil saat berada di kolam renang atau perairan terbuka. Ingatkan anak-anak agar jangan melakukan kegiatan yang berbahaya, seperti berlari di sekitar kolam atau bermain dorong-dorongan.
"Berjalan, jangan berlari di sekitar kolam. Selain itu, tidak saling mendorong atau bermain gendong kuda di sekitar kolam renang. Dan jangan bermain menahan napas paling lama," jelas Paman Billie.
2. Jangan Berenang Sendirian
Lebih baik ketika anak berenang atau bermain di dalam air ditemani keluarga atau teman-temannya. Ajarkan untuk saling mengawasi ketika bersama-sama di air. "Jangan pernah berenang sendirian. Seandainya harus sendiri, berenang dekat dengan pos lifeguard yang bertugas," tuturnya.
3. Ajari Anak Berenang
Mengajari berenang bukan hanya membuat si kecil jadi jago berolahraga air, tetapi juga bisa mengembangkan kekuatan, daya tahan hingga keseimbangan anak. Sehingga ketika berenang, anak sudah memahami apa yang perlu dilakukan selama di air.
"Membekali anak dengan keterampilan renang, namun tetap disupervisi saat berenang," ucap dia.
4. Amati Keamanan Sekitar
Bila berada di tempat wisata air, amatilah keamanan di sekitarnya. Apakah ada petugas yang berjaga di sekitar lokasi dan adakah lifeguard di lokasi tersebut. Sehingga, orang tua bisa lebih memastikan keamanan di sekitar anak bermain air.
5. Perhatikan Waktu Bermain yang Tepat
Bagi Anda yang tinggal di daerah dekat perairan terbuka, ada baiknya untuk mengetahui waktu-waktu kapan aliran air sungai deras dan tinggi. Hal ini biasa terjadi saat musim hujan. Dan apakah sebelumnya pernah ada korban tenggelam di lokasi tersebut. Sehingga, orang tua bisa mempertimbangkan apakah cukup aman memperbolehkan anak bermain air di sana.
"Orang tua harus tahu sejarahnya di sungai tersebut apakah pernah ada korban, tahu waktu-waktu aliran deras dan tinggi, misalnya setelah hujan. Sehingga melarang anak ke sungai pada waktu-waktu itu. Cari tempat yang arusnya tidak deras. Dan sekali lagi kalau bisa disupervisi orang dewasa atau tidak sendirian," tutup Paman Billie.
