Kumparan Logo

Tips Beri Bayi ASI Perah dengan Cup Feeder atau Gelas Sloki

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
bayi minum ASI perah dengan gelas sloki Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
bayi minum ASI perah dengan gelas sloki Foto: Shutterstock

Penggunaan botol dot untuk memberi ASI perah tidak disarankan oleh WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) karena bisa membawa dampak buruk pada bayi. Mulai dari menyebabkan bingung puting pada bayi, mengganggu kesehatan gigi dan mulut, risiko radang telinga pada bayi serta menghambat perkembangan wicara.

Namun, banyak ibu yang juga ragu memberi bayi ASI perah dengan media yang disarankan para ahli. Menggunakan cup feeder atau gelas sloki misalnya. Alasannya, takut susah, ribet, atau ASI-nya malah jadi tumpah-tumpah! Apakah Anda salah satunya, Moms?

Tenang saja. Tak perlu cepat berputus asa atau patah semangat. Percayalah, Anda bisa kok memberikan ASI Perah dengan cup feeder atau gelas sloki dengan lancar. Ikuti saja tips dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia berikut ini:

bayi minum ASI perah dengan gelas sloki Foto: Shutterstock
  1. Harus Belajar Lebih Dulu

Sebelum meminta keluarga atau pengasuh untuk memberikan ASIP untuk bayi Anda, pastikan dulu bahwa Anda telah paham cara memberikan ASIP dengan benar tanpa dot. Setelah itu, simulasikan pada keluarga atau pengasuh bayi Anda.

2. Ajarkan Minum ASIP Sedini Mungkin

Ajari bayi minum ASIP sejak dini, bahkan dari sejak baru lahir menggunakan media selain dot. Seperti pipet, gelas sloki, cup feeder, atau spuit.

Tapi ingat, sebelum memberikan ASI perah, pastikan dulu bahwa bayi Anda telah menyusui dengan benar melalui payudara.

bayi minum ASI perah dengan gelas sloki Foto: Shutterstock

3. Hindari Ibu yang Berikan ASIP

Mengapa? Bayi biasanya akan menolak bila Anda yang memberikan ASI perah. Bayi itu pintar lho, Moms. Ia sangat mengenal ibunya, sehingga ia akan berpikir, "Kan ada Ibu, kenapa harus minum pakai media lain? Kenapa tidak langsung menyusu dari payudara saja?". Oleh karena itu minta keluarga atau pengasuh Anda untuk memberikannya.

4. Jangan Tunda Beri ASIP

Jangan tunda beri ASIP kepada bayi. Apabila ia sudah terlihat lapar, maka segera berikan ASIP kepadanya agar dia tidak "mengamuk".

5. Latihan Rutin

Mintalah keluarga atau pengasuh untuk terus melatih bayi Anda minum ASI perah menggunakan media lain selain dot, meskipun ia sudah mahir. Setidaknya sekali dalam seminggu, Moms, agar ia terbiasa dan tidak lupa caranya.

kumparan post embed