Tips Cegah Anak Kena Luka Bakar di Rumah
·waktu baca 2 menit

Luka bakar adalah jenis cedera yang bisa terjadi pada anak dan perlu diwaspadai orang tua. Pasalnya, pemicu sumber panas tersebut mudah ditemui di lingkungan rumah, mulai dari aliran listrik di stopkontak, kompor di dapur, puntung rokok, air panas, atau zat kimia berbahaya.
Dikutip dari Mom Junction, gejala luka bakar pada anak bisa bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Beberapa gejala yang paling sering timbul adalah nyeri kemerahan, kulit menjadi kering, kulit terkelupas, area luka bengkak, hingga luka sulit dihilangkan.
Luka bakar bisa menimbulkan beberapa komplikasi tertentu. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah kerusakan jaringan dan sel di dalam kulit anak. Bukan hanya itu, anak yang terkena luka bakar juga berisiko mengalami infeksi bakteri, infeksi aliran darah, timbul keloid di area luka bakar, dan sindrom syok toksik yang meliputi demam, ruam, diare, dan muntah.
Oleh sebab itu, jika anak terkena luka bakar, jangan ragu untuk segera bawa dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan begitu, dokter dapat menilai tingkat keparahan dan menentukan perawatan yang tepat untuk dilakukan.
Untuk mencegah hal tersebut, penting untuk orang tua atau pengasuh untuk memberikan pendampingan atau pun pengawasan khusus saat anak bermain di rumah, terutama pada anak balita. Selain itu, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut ini untuk menghindari luka bakar pada anak di rumah.
Bagaimana Cara Hindari Anak Kena Luka Bakar di Rumah?
Beberapa cara menghindari luka bakar pada anak di rumah meliputi:
Tidak menggendong anak saat masak.
Tidak meninggalkan masakan di atas kompor menyala.
Jauhkan air panas dari jangkauan anak, seperti dispenser, termos air panas, dan sejenisnya.
Putar pegangan panci ke bagian belakang kompor agar tidak mudah disentuh anak.
Simpan peralatan masak yang menggunakan listrik di tempat yang sulit dijangkau anak.
Pastikan suhu makanan atau minuman yang akan dimakan anak tidak terlalu panas.
Blokir akses anak ke tempat sumber panas, seperti dapur yang dibatasi dengan pagar.
Cabut setrika dan perangkat listrik lainnya jika tidak digunakan.
Jauhkan segala jenis kabel dari lingkungan anak. Tutup stopkontak listrik yang tidak digunakan menggunakan lakban.
Jangan merokok di dalam rumah.
Periksa detektor asap secara berkala jika ada.
Jauhkan korek api, lilin, batu, dan zat kimia dari anak.
Jangan tinggalkan anak tanpa pengawasan orang dewasa saat alat pemanas atau listrik sedang digunakan.
