Tips Cegah Risiko Kematian Mendadak pada Bayi

5 Mei 2022 17:04
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tips Cegah Risiko Kematian Mendadak pada Bayi (74112)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi tidur. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Salah satu risiko kesehatan yang perlu diwaspadai pada bayi adalah sudden death infant syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak. Mengutip Mayo Clinic, kondisi tersebut adalah kematian yang tidak dapat dijelaskan yang bisa menyerang bayi berusia kurang dari satu tahun, terutama saat si kecil sedang tidur.
ADVERTISEMENT
SIDS umumnya disebabkan oleh kondisi fisik bayi dan lingkungan tidurnya. Bayi baru lahir cenderung memiliki sistem pernapasan yang belum matang. Posisi tidur yang salah bisa membuatnya sulit bernapas dan mengalami kematian mendadak.
Demi mencegah hal itu terjadi, berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko SIDS pada bayi sebagaimana dikutip dari Verywell Family.

Letakkan Bayi Tidur Telentang

Tips Cegah Risiko Kematian Mendadak pada Bayi (74113)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi tidur telentang. Foto: Shutterstock
Sejak tahun 1990-an, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar bayi diposisikan telentang saat tidur. Namun, jika bayi berguling sendiri saat tidur, Anda dapat membiarkannya.
Jika bayi tertidur di jok mobil, sofa, atau tempat lainnya, segera pindahkan ke tempat tidur dengan posisi telentang. Apabila tidak memungkinkan, Anda bisa membedongnya dengan memperhatikan posisi punggungnya.
ADVERTISEMENT

Gunakan Kasur yang Kokoh dan Rapi

Menurut dokter anak dan penasihat medis senior di PM Pediatrics Christina Johns, MD., orang tua harus menempatkan bayi ke kasur yang kokoh tanpa benda lain saat menidurkannya. Orang tua juga tidak boleh menggunakan selimut pada bayi. Karena hal itu berisiko membuat bayi merasa tercekik akibat kesulitan bernapas.

Hindari Kemungkinan Menimpa Badan Bayi saat Tertidur

Tips Cegah Risiko Kematian Mendadak pada Bayi (74114)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan bayi tidur. Foto: Shutter Stock
AAP menyarankan para orang tua untuk menidurkan bayinya di ruangan yang sama dengan mereka, tapi di tempat tidur atau kasur yang berbeda. Sebab dikhawatirkan bayi tertimpa badan orang tua mereka saat tertidur. Namun, ada juga orang tua yang memilih menidurkan anak dalam satu kasur dengan mereka agar lebih mudah ditenangkan saat menangis dan memastikan tak akan menimpa badan anak.
ADVERTISEMENT
AAP merekomendasikan agar bayi tidur di kamar yang sama dengan orang tua setidaknya sampai si kecil berusia 6 – 12 bulan. Berbagi ruangan dapat mengurangi risiko SIDS hingga 50 persen.
Namun, Anda perlu meletakkan bayi di boks tidurnya dengan posisi yang tidak jauh dari jangkauan agar Anda bisa segera menenangkannya saat menangis.

Jangan Tidur di Sofa Bersama Bayi

Orang tua mungkin pernah ketiduran saat menyusui atau memangku bayinya di sofa. Hal ini ternyata dapat meningkatkan risiko kematian mendadak pada bayi. Untuk itu, segera pindahkan bayi Anda ke tempat tidurnya jika Anda merasa mengantuk ya, Moms.

Pastikan Suhu Ruangan Tempat Tidur Bayi Tidak Panas

Tips Cegah Risiko Kematian Mendadak pada Bayi (74115)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi tidur lelap Foto: Shutter Stock
Suhu panas menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kematian mendadak pada bayi. Hindari memakaikan pakaian hangat pada bayi saat ia tidur dan pastikan suhu ruangannya dalam kondisi yang nyaman.
ADVERTISEMENT

Menyusui Bayi

Sebuah penelitian dari Pediatrics tahun 2017 menemukan bahwa menyusui selama dua bulan pertama dapat menurunkan risiko kematian mendadak pada bayi hingga 50 persen. Jadi, sangat disarankan bagi Anda untuk memberi ASI ekslusif selama 6 bulan demi menjaga kesehatan bayi ya, Moms.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020