Kumparan Logo

Tips dari Dokter untuk Merawat Luka Operasi Caesar agar Cepat Pulih

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bekas jahitan operasi caesar. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bekas jahitan operasi caesar. Foto: Shutter Stock

Masa pemulihan setelah operasi caesar membutuhkan perawatan yang tepat agar luka cepat sembuh dan terhindar dari infeksi. Selain menjaga kebersihan luka, ibu juga perlu memperhatikan asupan nutrisi selama masa pemulihan.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, mengatakan bahwa protein berperan penting dalam membantu proses penyembuhan luka.

"Pastikan asupan nutrisinya bagus, terutama kebutuhan protein. Karena protein itu bisa memulihkan luka, jadi lukanya bisa lebih bagus," ujarnya.

Selain itu, dr. Dinda mengingatkan agar ibu tidak terlalu sering membuka perban luka operasi. Menurutnya, luka yang masih baru sebaiknya tetap tertutup selama kurang lebih dua minggu.

"Jangan keseringan dibuka, justru harus ditutup sampai kurang lebih dua minggu. Kalau memang basah, konsultasikan ke dokter apakah perlu ganti plester," jelasnya.

dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, dokter spesialis obgyn, menjadi narasumber kumparanMOM Playdate Januari 2024. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Tanda Jahitan Operasi Caesar Mengalami Infeksi

Ibu juga perlu mengenali tanda-tanda infeksi pada bekas jahitan agar bisa segera mendapatkan penanganan. Menurut dr. Dinda, beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

-Nyeri pada luka tidak kunjung berkurang

-Bekas jahitan tampak kemerahan

-Luka mengeluarkan cairan

-Muncul nanah dari area jahitan

Ilustrasi bekas luka operasi caesar. Foto: Shutterstock

"Kalau yang baik, biasanya nyerinya berkurang. Kalau luka menuju sembuh itu nggak mungkin merah, apalagi sampai keluar air atau nanah," kata dr. Dinda.

Jika mengalami salah satu tanda tersebut, ibu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

kumparan post embed