Kumparan Logo

Tips Hadapi Anak yang Mengalami Kesulitan di Sekolah

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kesulitan belajar pada anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kesulitan belajar pada anak. Foto: Shutterstock

Tak semua anak merasa nyaman dengan sekolahnya. Beberapa di antara mereka mungkin kerap mengalami kesulitan, baik dari segi akademik maupun hubungan sosial dengan guru dan teman.

Menurut ahli kesehatan mental dan spesialis kecanduan di North Carolina, Amerika Serikat, Haily Shafir, LCMHCS, LCAS, CCS., ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab anak mengalami kesulitan di sekolah, seperti tantangan sosial, masalah akademik, hingga masalah kesehatan fisik dan mental.

Selain itu, kesulitan anak juga dapat disebabkan oleh masalah di rumah, peristiwa traumatis, dan rasa kecewa terhadap guru atau teman

“Penindasan dan hubungan teman sebaya adalah sumber masalah sekolah yang lebih umum pada anak dan remaja, tetapi gangguan belajar, masalah kesehatan mental atau fisik dapat mempengaruhi anak-anak dari segala usia,” jelasnya sebagaimana dikutip dari Verywell Family.

Beberapa tanda yang menunjukkan bahwa anak mengalami kesulitan di sekolah yaitu sering menolak membicarakan sekolah, mengalami perubahan sikap tentang sekolah, mengalami perubahan kondisi fisik, sering menghabiskan waktu untuk mengerjakan PR, dan mendapatkan laporan buruk dari guru.

Nah Moms, berikut ini tips menghadapi anak yang merasa kesulitan di sekolah.

Cara Menghadapi Anak yang Kesulitan di Sekolah

Ilustrasi Ibu menemani anak yang mengalami kesulitan di sekolah. Foto: Shutter Stock

1. Jadi Pendengar yang Baik

Luangkan waktu untuk berbicara dengan anak tentang apa yang ia alami dan dengarkan semua keluh-kesahnya. Selain itu, anak mungkin merasa lebih nyaman bercerita dengan orang jika Anda mendengarkan dengan baik dan tidak menghakiminya.

“Membangun dan memelihara lingkungan yang aman secara emosional dan memvalidasi dapat membuka komunikasi lebih sedikit lancar,” jelas Lydia A. Antonatos, LMHC., konselor kesehatan mental berlisesni di Florida, Amerika Serikat.

2. Temukan Solusi Praktis

Tak hanya mendengarkan, Anda juga bisa membantu anak untuk menemukan solusi dari kesulitannya. Anda bisa mencoba bekerja sama dengan guru agar masalah anak dapat teratasi.

“Komunikasi yang erat antara orang tua dan guru adalah salah satu cara terbaik untuk mengetahui bagaimana kinerja anak Anda di sekolah, dan dapat membantu orang tua mengidentifikasi potensi masalah sejak dini,” ungkap Shafir.

3. Cari Bantuan Profesional

Jika bantuan guru mungkin tidak cukup untuk mengatasi kesulitan anak, Anda mungkin bisa mencari bantuan profesional. Anak yang mengalami kecemasan biasanya akan mengalami perubahan kondisi fisik, seperti sering mengeluh sakit, sulit tidur, dan nafsu makan menurun.

Anda dapat memeriksakannya ke dokter untuk memastikan apakah itu hanya sakit biasa atau gejala gangguan pada kondisi psikisnya.

kumparan post embed