Tips Hadapi Anak yang Suka Minta Dibelikan Macam-Macam di Minimarket
·waktu baca 4 menit

Anak-anak suka merasa menjadi bagian dari apa pun yang terjadi, terutama anak usia balita. Mereka juga selalu tertarik pada warna-warna, gambar maupun bentuk yang mencolok. Tidak heran kalau anak senang sekali bila diajak ke minimarket atau ikut belanja, kan?
Tapi bila setiap diajak ke minimarket anak lantas minta dibelikan macam-macam, orang tua tentu bisa merasa kewalahan. Apalagi bila anak terus meminta, merengek, bahkan menangis bila tidak dipenuhi keinginannya.
Apa yang sebaiknya orang tua lakukan? Ini tips dari #kumparanMOM:
1. Kurangi Bilang Tidak
Salah satu cara terbaik untuk membantu anak belajar menerima penolakan adalah dengan mengurangi bilang 'tidak'. Tenang, ini bukan berarti lantas mengabulkan semua permintaan anak, Moms.
Maksudnya, alih-alih menolak atau bilang 'tidak', lebih baik tetapkan beberapa aturan dasar. Misalnya sebelum pergi berbelanja, beri tahu anak alasan Anda pergi dan aturan tentang meminta sesuatu.
Misalnya, 'Ibu akan beli telur di minimarket. Kamu tidak akan membeli apa-apa di sana, karena di rumah kita masih ada permen, puding dan makanan ringan lain yang boleh kamu makan sore ini'.
Bila sudah telanjur berada di sana? Katakan misalnya, ‘Oke, besok kalau susu di kulkas kita sudah habis, kita akan ke sini lagi dan membeli susu yang kamu mau ini.'
Biarkan Anak Ikut Berbelanja
Buat anak merasa dialah yang berbelanja. Ingat Moms, anak suka menjadi bagian atau dilibatkan. Sejak awal masuk minimarket, minta anak memilih, 'Mau pakai keranjang atau troli ya?'.
Minta juga si kecil memilih buah, 'Kamu mau apel atau pisang? Oh, lihat! Di rak pendingin ada semangka yang sudah dipotong. Menurut kamu bagaimana?'
Opsi lain yang bisa dicoba, buat daftar belanja dari rumah dan minta anak mencarinya. 'Nanti bantu ibu mencari barang-barang di daftar ini dan memasukkannya ke keranjang ya, Nak.'
Tugas yang diberikan padanya dan rasa dilibatkan, akan membuat anak cukup sibuk sehingga tidak punya waktu untuk melihat-lihat barang lain (lalu memintanya!).
Tanggapi Permintaan Anak dengan Tepat
Lepas dari Anda akan mengabulkan atau tidak, coba tanggapi permintaan anak dengan langkah-langkah berikut ini:
1. Nilai Dulu Cara Anak Bertanya
Si kecil minta sesuatu dengan sopan? Beri ia pujian karena sudah bersikap baik. Dengan begitu, anak akan paham kalau Ibu menghargai sopan santunnya – bahkan jika Ibu tidak selalu mengatakan 'ya' atau 'boleh'.
Jika anak minta dengan nada menuntut, merengek, atau mengancam, beri tahu anak bahwa Anda berharap ia memperbaiki perilaku atau caranya. Misalnya katakan, 'Dinta, tolong minta dengan baik' atau 'Dinta bisa bicara pelan kalau mau sesuatu?'
2. Dengarkan
Luangkan waktu sejenak untuk memahami apa yang diminta si kecil. Tunjukkan bahwa Anda telah mendengar dan memahaminya, Moms. Bila perlu, tunjukkan juga rasa empati akan keinginannya.
Misalnya, 'Oh, iya, keren ya mainan ini. Ibu bisa mengerti kenapa kamu suka'.
Ini akan membuat anak merasa dihargai dan kemungkinan besar jadi lebih siap menerima apa pun jawaban Anda.
3. Ambil Jeda, Lalu Putuskan
Jeda singkat memberi Anda kesempatan untuk memikirkan permintaan anak. Tanya pada diri sendiri, 'Apa saya perlu menolak, atau bisa bilang 'ya'?'
Ini juga mengirimkan pesan kepada anak bahwa orang tua benar-benar memikirkannya dan bukan asal menolak.
4. Ajak Anak Menilai Barang yang Diinginkannya
Anak kerap menginginkan satu barang hanya karena gambar atau warna, bukan kualitasnya. Alih-alih langsung bilang 'tidak', coba tanya pada anak 'Apakah menurut kamu minuman ini sehat dan bisa membuat kamu berlari lebih kencang?"
Bisa juga bandingkan dengan produk lain yang lebih baik. Katakan pada anak, 'Lihat deh, yang ini tulisannya 100% susu murni, lho! Berarti yang ini lebih sehat.'
Tips Menolak Permintaan Anak dengan Tepat
1. Berikan Alasan
Memutuskan untuk menolak permintaan anak? Beri mereka alasan terlebih dahulu. Ini akan membantu anak memahami kenapa dia tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.
Jika anak merasa kecewa, artinya mereka mungkin tidak menerima alasan yang diberikan.
Misalnya, 'Coklat ini mengandung kacang, kamu kan, alergi kacang-kacangan?' atau 'Sekarang kamu masih belajar menulis dengan pensil. Jadi tidak perlu beli pulpen ini. Kalau sudah SD nanti, boleh, kok."
2. Tetap dengan Keputusan
Bila sudah menolak, jangan ubah keputusan Anda, Moms. Melakukannya hanya akan membuat anak berpikir bahwa kata 'tidak' dari mulut Ibu masih bisa ditawar dan layak 'diperjuangkan'.
Anak pun umumnya akan 'berjuang' dengan cara yang tidak baik. Misalnya merengek, menangis, berteriak, marah, bahkan ngamuk.
3. Tawarkan Sesuatu yang Lain
Bila memungkinkan, tawarkan anak benda lain yang Anda setujui. Misalnya, 'Ibu tidak bisa beliin donat ini karena terlalu mahal. Kita pulang saja dan bikin bolu coklat kesukaanmu di rumah, yuk?
