Tips Kurangi Risiko Robekan Perineum saat Melahirkan seperti Shenina Cinnamon

Kabar bahagia datang dari pasangan selebritas Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda. Melalui unggahan di media sosial, keduanya mengumumkan kelahiran putra pertama mereka yang diberi nama Segara Nadi Aksatama pada 20 Juli 2026.
Tak hanya memperkenalkan sang buah hati, Shenina juga membagikan cerita mengenai proses persalinannya. Shenina mengaku dapat melahirkan hanya dua jam setelah tiba di rumah sakit, secara pervaginam tanpa intervensi medis, serta tanpa mengalami robekan pada perineum.
"Mama sangat bersyukur karena proses kelahiranmu begitu dimudahkan. Bisa melahirkanmu dengan proses yang cepat, dua jam setelah sampai di RS kamu terlahir secara alami tanpa intervensi medis (unmedicated birth), perineum yang utuh, dan yang terindah: menikmati pelukan pertama kita. Empat jam dalam proses IMD bersamamu adalah momen yang tak terlupakan dalam hidup Mama," tulis Shenina.
Pengalaman tersebut pun menarik perhatian banyak warganet. Tak sedikit ibu yang bertanya-tanya, apakah melahirkan tanpa robekan perineum memang bisa diupayakan?
Apa Itu Melahirkan Tanpa Intervensi Medis?
Dalam unggahannya, Shenina menyebut proses persalinannya sebagai unmedicated birth atau melahirkan tanpa intervensi medis. Istilah ini mengacu pada persalinan pervaginam tanpa menggunakan obat pereda nyeri, tanpa tindakan intervensi seperti vakum, forceps, atau pembedahan.
Meski begitu, bukan berarti metode ini lebih baik dibandingkan persalinan yang memerlukan intervensi medis. Setiap ibu memiliki kondisi kehamilan dan persalinan yang berbeda. Dokter atau bidan akan menentukan penanganan terbaik berdasarkan kondisi ibu dan bayi saat proses persalinan berlangsung.
Bisakah Robekan Perineum Dicegah?
Robekan perineum merupakan kondisi yang cukup sering terjadi saat persalinan pervaginam. Kondisi ini terjadi ketika jaringan di area antara vagina dan anus meregang atau robek saat bayi lahir.
Menurut Bidan Bina Maternity Officer, Bd. Linda Frihastuti, Amd.Keb, robekan perineum memang tidak selalu dapat dicegah. Namun, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan risikonya.
Salah satunya adalah melakukan pijat perineum sejak usia kehamilan sekitar 37 minggu.
"Memang, pijat perineum tidak menjamin persalinan bebas robekan sama sekali. Elastisitas tiap ibu berbeda-beda. Tapi, pijat perineum bisa membantu mengurangi risiko robekan dengan derajat yang lebih tinggi," jelas Bidan Linda pada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Selain pijat perineum, Anda juga bisa melakukan beberapa hal berikut:
Mengejan sesuai instruksi dokter atau bidan
Tidak mengejan sebelum pembukaan serviks lengkap atau mencapai 10 sentimeter
Menggunakan kompres hangat pada area perineum selama persalinan bila memungkinkan
Cara-cara tersebut dapat membantu mengurangi tekanan pada jaringan perineum sehingga risiko robekan yang lebih berat dapat berkurang.
Meski demikian, tidak mengalami robekan bukanlah ukuran keberhasilan persalinan. Ada banyak faktor yang memengaruhi terjadinya robekan perineum, mulai dari elastisitas jaringan, ukuran bayi, posisi janin, hingga jalannya proses persalinan.
Karena itu, ibu tidak perlu merasa gagal bila mengalami robekan saat melahirkan. Yang terpenting adalah proses persalinan berlangsung aman dan ibu maupun bayi berada dalam kondisi sehat.
