Kumparan Logo

Tips Libatkan Anak Beribadah di Malam Lailatul Qadar

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mengajarkan anak mengaji Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengajarkan anak mengaji Foto: Shutterstock

Salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim saat bulan Ramadhan adalah malam Lailatul Qadar. Ya Moms, malam Lailatul Qadar digambarkan sebagai malam yang penuh keistimewaan melebihi seribu bulan.

Para ulama menyebut, malam Lailatul Qadar jatuh pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, terutama di tanggal-tanggal ganjil. Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan beribadah sebaik-baiknya agar dapat meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar tersebut.

Nah, agar seluruh anggota keluarga dapat beribadah dengan lebih optimal, tak ada salahnya mengajak anak ikut serta, Moms. Tentu ajakan untuk beribadah di malam Lailatul Qadar perlu menyesuaikan dengan usia anak.

Ilustrasi Anak Muslim Foto: Shutterstock

Menurut dosen Prodi Magister Bahasa Arab UIN Jakarta Dr. Mauidlotun Nisa, Lc., M.Hum., atau yang akrab disapa Ustazah Nisa, untuk anak yang masih kecil, Anda bisa mengenalkannya dengan menjelaskan apa itu malam Lailatul Qadar.

Gunakan bahasa yang sederhana, misalnya pada malam ini setiap pahala dilipatgandakan, sehingga anak akan lebih semangat beribadah.

Sedangkan untuk anak yang lebih besar, Anda bisa mendekatkan anak pada Al-Quran. Jika si kecil belum bisa membaca, Anda dapat mengajaknya menemani membaca Al-Quran, sambil mengajarkan Surah Al-Qadr. Karena makna dan peristiwa Lailatul Qadar sendiri dijelaskan dalam surat itu.

"Kalau bisa setiap mereka (anak-anak) buka puasa dan sahur, selipkan untuk mereka membaca surah Al-Qadr sebanyak 3 kali. Jadi, yang belum hafal wajib menghafalkan. Sehingga, ketika membaca tidak perlu membuka mushaf (lembaran kitab/Al-Quran) lagi," kata Ustazah Nisa kepada kumparanMOM.

Selain itu, bila memungkinkan, Anda bisa mengajak anak melakukan qiyamul lail atau ibadah pada malam hari. Biasanya qiyamul lail dilakukan di sepertiga malam terakhir atau di sela waktu sahur. Ibadah yang bisa dilakukan seperti salat Tahajud, salat Witir, membaca Al-Quran, hingga berzikir.

Jika belum memungkinkan melakukan semua itu, tak perlu berkecil hati, Moms. Ustazah Nisa menyebut, orang tua bisa memulai dengan memberi contoh dengan perilaku sehari-hari.

"Yang terpenting kita sebagai orang tua selalu memberikan contoh dengan perilaku. Tapi, tetap terus didorong. Jangan terus dibiarkan tidak mau. Kita yang selalu membaca di hadapannya dengan suara nyaring biar dia mendengar dan mengikuti. Lama-lama dia akan mengafirmasi dengan baik," tutup Ustazah Nisa.