Kumparan Logo

Tips Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak berkebutuhan khusus (ABK). Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak berkebutuhan khusus (ABK). Foto: Shutter Stock

Setiap anak lahir dengan keunikan dan keistimewaannya masing-masing. Beberapa anak mungkin memerlukan perawatan khusus untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya, salah satunya anak berkebutuhan khusus.

Dikutip dari Mom Junction, anak berkebutuhan khusus biasanya lahir dengan kondisi medis tertentu, ataupun sindrom yang sudah ada sejak di dalam kandungan. Akibatnya, mereka cenderung mengalami keterbatasan saat beraktivitas, masalah emosional, hingga ketidakmampuan belajar.

Ilustrasi anak berkebutuhan khusus. Foto: Ormalternative/Shutterstock

Oleh karena itu, mengasuh anak berkebutuhan khusus bisa menjadi tantangan untuk setiap orang tua. Bahkan, terkadang hal ini dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik Anda, Moms. Lantas, apa yang bisa dilakukan?

kumparan post embed

Apa yang Diperlukan dalam Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus?

1. Memiliki sistem pendukung yang kuat

Dalam upaya memberikan dukungan terbaik untuk si kecil, Anda mungkin lupa untuk memperhatikan diri sendiri. Bahkan, terkadang Anda bisa merasa sendirian. Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk membangun komunikasi dengan orang tua anak berkebutuhan khusus lainnya. Sebab, hal ini dapat membantu Anda untuk kuat secara mental dan menjadi sarana untuk bertukar pikiran.

2. Jangan sungkan untuk meminta bantuan

Saat mengurus anak berkebutuhan khusus, tak jarang orang tua kerap merasa lelah, bingung, dan frustasi. Untuk mencegah terjadinya masalah mental, Anda disarankan untuk meminta bantuan dari orang sekitar, seperti pasangan ataupun anggota keluarga lainnya untuk menjaga si kecil.

Dengan demikian, Anda bisa melakukan hal lainnya yang bisa membuat rileks dan mengembalikan energi yang telah terbuang setelah beraktivitas seharian. Misalnya dengan minum teh hangat sambil menonton tv, berendam air hangat, atau sekedar menghabiskan waktu untuk belanja.

Ilustrasi ibu menyusui minum teh hangat. Foto: Shutterstock

3. Memelihara kedekatan anak berkebutuhan khusus dengan saudara kandungnya

Jika anak berkebutuhan khusus memiliki saudara kandung, mungkin pekerjaan orang tua terasa lebih sulit. Ya Moms, Anda perlu berbagi diri untuk memberikan yang terbaik pada setiap anak. Adalah hal yang wajar juga bila saudara kandung merasa terabaikan karena Anda lebih fokus pada si kecil.

Maka dari itu, Anda bisa membangun kedekatan kakak adik tersebut dengan memberikan perhatian yang penuh. Misalnya berpartisipasi dalam kegiatan anak sehari-hari, melakukan aktivitas yang melibatkan setiap anak, hingga mengajak anak untuk membantu Anda dalam mengurus satu sama lain.

4. Menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan

Saat mengasuh anak berkebutuhan khusus, Anda cenderung mencurahkan seluruh waktu dan tenaga untuk si kecil, sehingga lupa untuk memberi waktu dengan pasangan. Hal ini terkadang berisiko merusak hubungan rumah tangga dalam jangka panjang. Oleh karena itu, cobalah untuk membangun komunikasi yang baik, empati, dan waktu istirahat untuk menghabiskan waktu bersama. Anda bisa meminta bantuan kakek nenek atau anggota keluarga lainnya untuk menjaga si kecil.