Kumparan Logo

Tips Pengasuhan untuk Anak dengan OCD

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu dan anak dengan OCD. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak dengan OCD. Foto: Shutter Stock

Selain dialami orang dewasa, OCD atau obsessive compulsive disorder (OCD) juga bisa dialami anak-anak, Moms. Ya, OCD adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan adanya pikiran cemas dan perilaku berulang yang tidak terkontrol.

Biasanya, anak dengan OCD kerap melakukan hal yang sama berulang-berulang tanpa alasan yang jelas. Misalnya, merapikan isi tas berkali-kali sebelum berangkat ke sekolah, atau mencuci tangan berulang-ulang hingga menyebabkan kulit tangan menjadi kering.

Dengan begitu, anak dengan OCD tidak bisa diperlakukan sama seperti anak lainnya. Ya Moms, Anda perlu memberikan perhatian dan perlakuan khusus untuk si kecil, baik di rumah maupun di sekolah.

Dikutip dari Mom Junction, berikut beberapa tips untuk mengasuh anak dengan OCD di rumah dan sekolah.

kumparan post embed

Tips Mengasuh Anak dengan OCD di Rumah

1. Tetapkan batasan berperilaku di rumah

Anak dengan OCD umumnya berperilaku obsesif dan melakukannya secara berulang. Bila tidak dituruti, maka kemungkinan anak akan memberontak. Namun, bila batasan-batasan tersebut dilakukan secara konsisten dan bertahap, maka anak akan ikut terbiasa.

2. Pastikan bahwa pengasuh dan anggota keluarga lainnya tidak memaksa anak

Perilaku dan kebiasaan anak dengan OCD biasanya sulit diubah. Oleh karena itu, sebaiknya Anda dan keluarga, termasuk pengasuh si kecil tidak memaksa anak untuk mengubah perilaku, kebiasaan atau ritual yang dilakukan sehari-hari. Bila hal itu kerap dilakukan, anak akan semakin penasaran dan terus berupaya mencari tahu lebih dalam.

Ilustrasi ibu dan anak bermain bersama. Foto: maroke/Shutterstock

3. Jangan memberikan jaminan apa pun

Cobalah untuk meyakinkan anak bahwa mereka mampu mengatasi perilaku obsesif dan pikiran kompulsifnya. Namun, jangan pernah memberikan jaminan berlebihan bila mereka berhasil melakukannya.

4. Berpartisipasi dalam terapi perilaku anak

Salah satu pengobatan yang bisa dilakukan anak dengan OCD adalah terapi perilaku kognitif. Terapi ini disebut-sebut sebagai pengobatan paling efektif untuk anak dengan OCD. Terapi kognitif dapat membantu si kecil mengelola pikiran obsesifnya tanpa beralih ke perilaku kompulsif. Oleh karena itu, orang tua, pengasuh, dan anggota keluarga di rumah perlu memahami apa yang perlu dilakukan dan dihindari anak.

Ilustrasi anak dan ibu. Foto: Shutter Stock

Tips Mendidik Anak dengan OCD di Sekolah

1. Berikan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan tugas sekolah dan ujian. Sebab, anak dengan OCD mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk kembali memeriksa dan mencapai kesempurnaan.

2. Alih-alih menulis, biarkan anak dengan OCD menggunakan laptop untuk mencatat atau mengerjakan tugas. Sebab, menulis dan menghapus ulang dapat menimbulkan masalah pada diri anak dibandingkan dengan mengetik dan mengubahnya.

3. Berikan pendampingan khusus saat mengerjakan tugas sekolah.

Ilustrasi anak dengan OCD belajar di sekolah. Foto: Shutter Stock

4. Biarkan anak dengan OCD mengerjakan tugas sekolah atau ujian di ruang tersendiri. Dengan seperti itu, mereka dapat mengontrol pikiran dan perilakunya lebih tenang.

5. Hindari membaca dengan suara keras di depan anak OCD. Sebab, anak OCD cenderung membaca ulang setiap kalimat untuk menuju kesempurnaan.

6. Perhatikan setiap gerak-gerik anak OCD ketika di dalam kelas. Biasanya, mereka kerap memberikan isyarat kepada guru bila mengalami gejala OCD. Oleh karena itu, biarkan mereka untuk meninggalkan kelas beberapa saat untuk merelaksasi pikirannya.

7. Bila ada perubahan kegiatan atau jadwal di sekolah, sebaiknya beritahukan kepada anak dengan OCD terlebih dahulu. Sebab, mereka bisa menjadi lebih cemas dan mudah tersinggung karena terjadi perubahan rutinitas.

8. Biarkan anak dengan OCD duduk di tempat yang mereka inginkan. Perlu dipahami Moms, anak dengan OCD akan sulit berkonsentrasi bila duduk di tempat-tempat tertentu seperti di dekat pintu atau jendela.

9. Berikan penyuluhan di sekolah agar murid-murid yang lain dapat bersikap dan menyesuaikan diri bila berada atau berteman dengan anak yang alami OCD.