Kumparan Logo

Tips Persiapan Persalinan untuk Ibu Baru

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil yang akan melahirkan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil yang akan melahirkan. Foto: Shutter Stock

Menjelang waktu persalinan, biasanya perasaan para ibu begitu campur aduk. Di satu sisi tak sabar bertemu dengan si kecil, tapi di sisi lain mungkin merasa khawatir pada prosesnya nanti. Kekhawatiran itu kerap membuat proses melahirkan jadi lebih lama.

Mengutip Parents, sebuah studi dari National Institutes of Health menemukan bahwa persalinan untuk ibu yang baru pertama kali melahirkan bisa memakan waktu 2,6 jam lebih lama.

Nah Moms, agar terbebas dari rasa khawatir yang mungkin bisa berdampak buruk pada proses melahirkan, berikut tips mempersiapkan persalinan untuk ibu baru.

Tips Mempersiapkan Persalinan untuk Ibu Baru

Ilustrasi suami mendampingi istri melahirkan. Foto: Shutterstock

1. Temukan Kekuatan dan Tetap Fokus

Beberapa hari menjelang melahirkan, ibu baru disarankan untuk tetap fokus pada kandungan dan mengumpulkan kekuatan agar terbebas dari rasa khawatir. Salah satu caranya adalah dengan yoga.

“Hal terpenting yang dipelajari wanita melalui yoga adalah bagaimana fokus. Ini juga memperkuat seluruh tubuh, meningkatkan fleksibilitas, dan memberi Anda stamina. Namun, yang mungkin lebih bermanfaat adalah membantu pikiran Anda rileks,” jelas Carmela Cattuti, LPN., seorang instruktur yoga prenatal dari Boston.

2. Jauhi Hal-hal Negatif

Ada banyak hal negatif berseliweran di sekitar kita, baik di lingkungan rumah, tayangan televisi, hingga media sosial. Hal-hal tersebut bisa menjadi salah satu penyebab ibu mengalami stres menjelang melahirkan. Untuk itu, sebisa mungkin jauhi hal-hal negatif dan filter media sosial Anda dari konten yang kurang bermanfaat ya, Moms.

3. Persiapkan Tubuh

Ilustrasi squat saat hamil. Foto: Andrei Klimovich/Shutterstock.

Tubuh Anda mungkin akan melakukan kerja berat saat melahirkan nanti. Oleh karena itu, segera persiapkan kondisi tubuh agar tetap fit dan minim rasa sakit saat melahirkan. Salah satunya dengan latihan berjongkok atau squat. Latihan ini dapat membantu membuka jalan lahir hingga 28 persen.

Selain jongkok, sering-seringlah berdiri tegak, berjalan, dan menggerakkan tubuh. Aktivtas tersebut dapat membantu untuk menggerakkan bayi ke bawah mengarah ke jalur lahir.

4. Mencari Dukungan

Dukungan menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan mental ibu agar tetap stabil menjelang melahirkan. Selain dukungan suami dan keluarga, Anda mungkin bisa mencari sumber dukungan lain. Misalnya, doula. Sebuah studi menemukan bahwa ibu yang mendapat dukungan doula dapat melalui proses melahirkan lebih cepat dan kemungkinan untuk induksi berkurang.

Selain mencari dukungan, jangan ragu juga untuk membagikan kecemasan yang Anda rasakan pada orang lain, terutama pada dokter Anda. Dokter mungkin dapat membantu Anda untuk mengurangi perasaan negatif tersebut.

5. Pelajari Proses Pencegahan Rasa Sakit secara Mandiri

Ilustrasi ibu hamil sedang membaca buku seputar persalinan. Foto: Shutterstock

Ada beberapa proses pencegahan rasa sakit yang dapat dipelajari secara mandiri, seperti self-hypnosis, metode pernapasan, hingga mengubah posisi melahirkan sesuai kenyamanan tubuh. Meski dapat mempelajarinya secara mandiri, Anda tetap perlu membicarakannya dengan dokter untuk mengetahui apakah hal itu mungkin dilakukan saat melahirkan atau tidak.

6. Pijat

Pijat dapat membantu mengurangi ketegangan tubuh menjelang melahirkan. Selain itu, menurut seorang terapis pijat prenatal dari Texas Melody Cook, pijat juga dapat melepaskan hormon endorfin dan membuat otak menjadi lebih baik. Lakukan pijat di area leher, bahu, dan kaki agar tubuh terasa rileks.

kumparan post embed