Kumparan Logo

Tips Pilih Pembalut untuk Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pembalut untuk anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembalut untuk anak. Foto: Shutterstock

Memasuki masa pubertas pada usia 10-15 tahun membuat banyak perubahan terjadi pada anak perempuan, salah satunya adalah menstruasi. Ya Moms, menstruasi atau haid menjadi tanda bahwa anak sudah dewasa atau matang secara fisik.

Saat menstruasi, akan ada darah yang keluar dari vagina secara rutin setiap bulannya. Durasi menstruasi berbeda-beda pada setiap anak, mulai dari 5-7 hari atau bahkan lebih. Kondisi ini membuat anak membutuhkan pembalut untuk menampung darah menstruasinya.

Namun, bagi anak yang baru memasuki masa menstruasi mungkin masih kebingungan memilih pembalut yang tepat untuknya. Oleh karena itu, tak jarang si kecil membutuhkan bantuan Anda untuk memilihkannya, Moms.

Sebelum membeli pembalut untuk anak, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini:

Tips Pilih Pembalut untuk Anak yang Baru Menstruasi

Ilustrasi pembalut anak. Foto: Shutterstock

Sesuaikan dengan kondisi kulit

Penelitian di Sigma Test and Research Centre menunjukkan, tidak sedikit wanita yang mengalami alergi karena paparan bahan kimia pada pembalut. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk memilih pembalut yang sesuai dengan kondisi kulit anak. Misalnya, jika kulit anak cenderung sensitif, maka pilihlah pembalut yang mengandung lebih sedikit pewangi atau tidak mengandung pewangi sama sekali agar tidak mengiritasi kulit.

Perhatikan ukuran

Setiap anak membutuhkan pembalut dengan tipe dan ukuran yang berbeda tergantung pada frekuensi menstruasi dan volume darah. Apabila darah menstruasi anak tidak terlalu deras dan volume-nya selalu stabil selama 5-7 hari, maka pilihlah pembalut dengan ketebalan ringan yang panjangnya disesuaikan dengan ukuran tubuh si kecil.

Sebaliknya, jika anak mengalami menstruasi dengan volume darah yang cukup banyak, pilihlah pembalut yang lebih tebal atau daya serap lebih tinggi untuk mencegah terjadinya kebocoran.

Ilustrasi tampon, panty liners, dan pembalut wanita Foto: Shutterstock

Minta pendapat anak

Ya Moms, meski ia mempercayakan Anda untuk memilih pembalut untuknya, tidak ada salahnya untuk bertanya pada anak pembalut mana yang kira-kira ingin ia gunakan. Misalnya, jenis pembalut yang bersayap atau tidak, yang lebih tebal atau tipis, sesuai dengan kenyamanan anak. Dengan begitu, anak juga akan belajar dalam mengambil keputusan sendiri untuk urusan privasinya, seperti menstruasi.

Cek tanggal kedaluwarsa

Perlu dipahami, hampir semua pembalut mengandung bahan kimia. Sehingga, jika penggunaannya melebihi batas waktu yang ditentukan bisa menimbulkan masalah pada kulit anak seperti iritasi. Jadi, jangan lupa untuk selalu mengecek tanggal kedaluwarsa dari produk pembalut sebelum dipakai ya, Moms.

Pastikan pembalut sudah SNI

Kementerian Kesehatan RI mempunyai kriteria khusus terkait produk pembalut yang beredar di Indonesia. Semua pembalut yang aman harus mempunyai izin edar AKL atau AKD yang biasanya tercantum pada kemasan. Jika Anda menemukan kode AKL atau AKD, artinya produk yang dipilih aman dan sesuai dengan standar Kemenkes ya, Moms.

kumparan post embed