Kumparan Logo

Tips Pilih Selimut yang Aman untuk Bayi

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi tidur pakai selimut. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi tidur pakai selimut. Foto: Shutterstock

Selimut adalah salah satu perlengkapan bayi yang perlu dimiliki. Selain memberikan rasa hangat, selimut juga dapat membuat bayi merasa nyaman.

Mengutip Mom Junction, Anda disarankan untuk memperkenalkan selimut pada bayi bersamaan dengan saat memperkenalkan bantal. Umumnya, kedua hal itu dilakukan saat bayi sudah bisa berguling dan memiliki kendali penuh atas kepalanya.

Ilustrasi bayi tidur pakai bantal. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Namun, selimut tidak disarankan untuk dikenakan oleh bayi di bawah usia 12 bulan, Moms. Sebab, hal ini dapat meningkatkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi.

Selain itu, Anda tak boleh sembarangan memberikan selimut untuk si kecil. Ya, kulit bayi yang masih sangat sensitif dapat menyebabkan kulitnya terluka sampai iritasi. Itulah sebabnya Anda perlu tahu bagaimana cara memilih selimut yang aman untuk bayi.

Cara Pilih Selimut yang Aman untuk Bayi

1. Bahan yang digunakan

Ilustrasi bayi tidur pakai selimut. Foto: Shutter Stock

Hal utama yang perlu diperhatikan saat memilih selimut untuk bayi adalah bahan yang digunakan. Ya Moms, pemilihan bahan yang digunakan tidak sesuai dapat menyebabkan bayi tak nyaman saat tidur. Salah satu bahan yang disarankan untuk selimut bayi adalah katun organik alami. Selain lembut, bahan katun organik juga mudah menyerap keringat dan tidak mudah membuat kulit bayi teriritasi. Anda juga tidak disarankan untuk menggunakan selimut dari bulu atau kulit domba karena bisa menyebabkan bayi kepanasan.

2. Atribut selimut

Hindari penggunaan selimut yang memiliki rumbai saat bayi tidur. Foto: Shutterstock

Hindari penggunaan selimut yang memiliki terlalu banyak bulu, rumbai, atau pita karena dapat masuk ke dalam hidung bayi. Akibatnya, bayi berisiko mengalami sesak napas. Tak hanya itu, atribut selimut itu mudah menjerat beberapa bagian tubuh bayi, seperti leher dan tangan bayi hingga menyebabkan luka.

3. Bentuk selimut

Ilustrasi bayi tidur pakai selimut. Foto: Shutterstock

Jangan pilih selimut yang berbentuk hoodie atau mempunyai kupluk di bagian kepalanya. Sebab, kupluk itu bisa menutupi bagian kepala dan membatasi ruang udara si kecil. Akibatnya, bayi bisa merasa kepanasan karena tidak ada udara yang masuk ke dalam selimut.