Tips Pilih Wahana Bermain Anak Berdasarkan Kategori Usia
·waktu baca 2 menit

Bermain punya segudang manfaat untuk anak-anak. Orang tua bisa mengajak anak bermain di rumah, taman atau playground.
Ya Moms, mengajak anak main di playground juga punya banyak sisi positif, lho. Misalnya saja, anak bisa belajar mengelola emosi, mengasah keterampilan, hingga menstimulasi motorik kasar dan halus. Di playground, juga anak-anak bisa belajar kepercayaan diri, emosional, serta etika.
Montessori & Certified Positive Discipline Parents & Classroom Educator, Damar Wijayanti menyebut, meski memiliki banyak manfaat, orang tua harus cermat memilih wahana permainan.
Tips Piliha Wahana Bermain untuk Anak di Playground
Damar menuturkan, wahana permainan anak harus disesuaikan dengan usia. Sebab, setiap anak memiliki kebutuhan wahana permainan yang berbeda.
“Kalau kita ngomongin bermain, sama kayak kaitannya dengan kebutuhan tumbuh kembang, itu sebenarnya ada berbagai macam aspek ya. Jadi ada nanti kebutuhan kognitifnya, kebutuhan sosialnya, tapi di sini yang paling keliatan itu dari kebutuhan kognitifnya,” ujar Damar dalam acara press conference Buumi Playscape, Plaza Senayan, Kamis (7/12).
Menurut Damar, anak usia 0-2 tahun cenderung lebih membutuhkan wahana permainan yang melatih gerakan dan sensori mereka. Anak-anak usia ini butuh mengenal dunai lewat gerakan-gerakan. Artinya, mereka lebih cocok bermain di area yang memiliki wahana yang mengasah sensori.
“Mungkin yang dua tahunan kebutuhan geraknya tinggi, dia lari-lari. Semuanya dicobain. Di prosotan, manjat-manjat,” kata Damar.
Kemudian, anak dengan usia 2-7 tahun lebih membutuhkan wahana bermain yang dapat melatih imajinasi. Damar menyebut, anak-anak di usia ini senang bermain dengan imajinasinya.
Sementara untuk anak-anak di usia 7 tahun ke atas butuh wahana yang bisa membantu mereka mengasah cara berpikir logis. Artinya, anak usia ini membutuhkan wahana bermain yang melibatkan otak.
“Mereka akan lebih suka yang modelnya itu stand, jadi kayak percobaan-percobaan, di dunia teknologi,” pungkas Damar.
