Tips Rencanakan Liburan yang Menyenangkan dengan Balita
·waktu baca 2 menit

Membangun kedekatan antara ibu dan anak bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan liburan keluarga. Ya Moms, liburan tak hanya bisa meninggalkan perasaan bahagia, tapi juga bisa jadi core memory positif yang bermanfaat untuk masa depannya nanti.
Nah Moms, jika Anda punya anak balita, menurut Psikolog Anak dan Keluarga, Irma Gustiani, MPsi, Psikolog, Anda bisa mulai mengajak si kecil berdiskusi soal destinasi liburannya. Hal itu juga bisa membuat anak dan orang tua semakin bonding.
“Anaknya kalau sudah umur 3-4 tahun itu sebetulnya sudah bisa diajak berkomunikasi. Kita juga akan nyambung terus sama anak ketika di usia 3-4 tahun kita sering ngajak dia ngobrol,” tutur psikolog yang akrab disapa Ayank di dalam acara kumparanMOM Mom's Meet Up x Hyundai, Minggu (29/9) di Gallery The Cibis Park.
Selain itu, orang tua juga bisa membuat perencanaan terkait destinasi liburan bersama balita, lewat beberapa tips ini:
Tips Bikin Liburan Berkesan Bersama Balita
1. Ajak Balita Komunikasi
Ya Moms, di usia 3 tahun ke atas, anak sudah bisa diajak berdiskusi untuk menentukan tujuan liburan yang diinginkan. Hal itu juga bisa membantunya belajar berpikir dan menentukan pilihan.
Salah satu cara mengajak komunikasi mereka dengan visual. Anda bisa menampilkan gambar atau pun peta. Kenalkan mereka dengan gambar-gambar destinasi wisata yang menarik dan ajak ia berdiskusi.
2. Ajak Anak untuk Main
Kedua, ajak mereka untuk main. Anda bisa mengajak mereka bermain tentang kendaraan yang akan digunakan untuk liburan. Misalnya bermain mobil-mobilan, kereta-keretaan ataupun main pesawat.
3. Jelaskan Aktivitas
Yang tak kalah penting, ajak anak berdiskusi soal rencana apa yang ingin dilakukan selama liburan. Pastikan orang tua tidak memberikan anak gadget terus-menerus agar bisa bereksplorasi dengan banyak hal.
“Jangan ibu dan ayahnya tuh ngasihnya gadget terus. Kan banyak gitu ya, liburan tapi kok semuanya mainnya gadget ya,” kata Ayank.
Begitu pula dengan orang tua, jangan hanya fokus untuk bermain media sosial saja.
“Jangan bentaran-bentaran bikin story. Bentar-bentar nanti story gitu ya. Jadi titik-titik itu ya di story-nya. Tapi justru jadi nggak melekat sama anak karena ibunya tuh sibuk banget untuk every moment,” pungkasnya.
