Tips Sukses Jadi Mompreneur yang Perlu Ibu Tahu

Harus diakui, membagi peran menjadi seorang ibu sekaligus pengusaha atau mompreneur tak selamanya mudah. Kerap kali, para mompreneur terjebak karena tak bisa membagi waktu antara urusan keluarga dan bisnis. Sehingga bisa jadi, bisnisnya pun gagal di tengah jalan atau hubungan keluarga menjadi renggang.
Walau tak mudah menjalani peran sebagai seorang ibu rumah tangga yang juga mengelola usaha, namun bukan berarti tidak ada solusinya, Moms. Psikolog dari Rumah Dandelion, Orissa Anggita Rinjani, M.Psi, P.si, mengatakan ketika seorang mompreneur menghadapi tantangan dalam menjalankan usahanya hingga ingin menyerah, ia menyarankan untuk ingat kembali apa tujuan memulai bisnis tersebut.
"Ingat lagi untuk apa sih kita memulai berbisnis. Karena setiap orang kan berbeda-beda ya. Ada yang menjadikan bisnis sebagai pengisi waktu luang, atau memang menjadikan bisnis untuk mencari pendapatan. Untuk itu diperlukan tingkat keseriusan menjalankannya. Fokus pada aspek positifnya, apa yang ingin dicapai, apa manfaat untuk diri, anak, keluarga, orang lain," kata Orissa, kepada kumparanMOM, dalam acara Kelas Pintar Vol. #5: Mompreneurship – Manfaatkan Peluang dari Daur Ulang, di Kayu Kayu Restaurant, Minggu (25/8).
Selain itu, kata Orissa, ibu juga harus pintar membagi waktu antara mengerjakan tugas rumah tangga, mengurus anak, dan menjalankan bisnis. Jangan sampai urusan bisnis mengganggu waktu bersama keluarga.
"Sebaiknya libatkan dan mintalah dukungan dari suami, kerabat, dan keluarga terdekat. Karena tantangan untuk menjadi mompreneur adalah keseimbangan waktu antara bisnis dan keluarga," ujarnya.
Orissa juga menyarankan agar para ibu yang ingin menjadi mompreneur, harus mengetahui dulu tujuannya, termasuk tujuan jangka panjangnya. Setelah punya perencanaan yang matang, carilah bisnis yang ingin dijalani. Bisnis yang Anda pilih sebaiknya juga yang sesuai dengan minat dan passion.
Lalu untuk yang sedang menjalani bisnis, ikutilah komunitas-komunitas mompreneur untuk lebih banyak bertukar pikiran. Misalnya saja, untuk mengetahu strategi bisnis seperti apa yang bisa diterapkan.
