Tubuh Jarang Bergerak saat WFH? Waspadai Nyeri Otot dan Sendi, Moms!
·waktu baca 2 menit

Di masa pandemi ini banyak kegiatan yang terpaksa dilakukan dari rumah, mulai dari sekolah hingga bekerja atau work from home (WFH). Banyaknya waktu beraktivitas yang dihabiskan di rumah, tanpa kita sadari, ternyata bisa memicu masalah kesehatan karena tubuh kurang bergerak, Moms.
Apalagi, saat kita harus bekerja di depan laptop, melakukan meeting online, hingga memainkan smartphone dalam durasi yang lama. Duduk terus menerus selama lebih dari 40 menit ternyata bisa memberi pengaruh buruk terhadap kesehatan, salah satunya gangguan muskuloskeletal seperti nyeri sendi dan otot.
“Menghabiskan waktu di depan layar dengan duduk terus-menerus dan mengurangi keaktifan fisik, kerap menjadi pilihan utama dibandingkan berolahraga atau melakukan kegiatan lain yang menyehatkan di masa ini,” kata Cindy Gunawan, Senior General Manager Marketing Combiphar, pada acara diskusi online yang diadakan Combiphar pada Selasa (15/6).
Ya Moms, apabila kebiasaan seperti ini tetap dijalani masyarakat sehari-hari, maka gangguan nyeri sendi dan otot menjadi perlu untuk diwaspadai. Meski terkesan sepele, nyeri sendi dan otot secara signifikan mampu memengaruhi mobilitas serta aktivitas sehari-hari. Tetap aktif dan terus bergerak adalah hal terpenting yang harus dilakukan. Selain untuk menghindari nyeri sendi dan otot, juga agar kualitas kesehatan secara menyeluruh dapat terjaga.
Pentingnya untuk Tetap Terus Bergerak Selama WFH
Senada dengan itu, dr. Edo Adimasta, Medical Expert Combiphar mengatakan bahwa, duduk secara terus menerus selama lebih dari 40 menit, akan menyebabkan aliran darah menjadi tidak lancar dan pada jangka panjang dapat melemahkan otot di sekitar sendi. Otot sekitar sendi mempunyai peran penting dalam mengurangi beban cepatnya keausan pada tulang rawan sendi, hilangnya fleksibilitas, dan nyeri pada sendi.
Oleh sebab itu, tak heran apabila masalah nyeri sendi merupakan salah satu gejala yang paling sering dialami kebanyakan orang bila kurang bergerak. Belum lagi pada saat pandemi dan fenomena WFH terjadi. Kurangnya fasilitas di rumah dan pengetahuan yang memadai, memaksa masyarakat duduk sambil bekerja dan berkegiatan dengan postur atau posisi tubuh yang tidak sesuai (tidak ergonomis). Hal tersebut tentunya akan menambah risiko gangguan pada persendian.
Tubuh yang kurang bergerak rupanya juga menimbulkan potensi obesitas yang lebih tinggi. Nah Moms, kondisi itu meningkatkan faktor risiko terjadinya keausan atau radang pada sendi. Hal itu disampaikan oleh Asep Azis, SST. Ft., ahli fisioterapi yang saat ini bertugas mendampingi tim nasional sepak bola Indonesia, yang juga hadir dalam diskusi tersebut.
“Karenanya, jangan takut untuk tetap berolahraga walaupun sudah mengalami gejala radang sendi. Dengan memasukkan olahraga ringan dan mengubah pola makan ke dalam rutinitas harian, dapat secara alami menurunkan berat badan dan mengurangi tekanan pada persendian. Kunjungi fisioterapis untuk mendapatkan assessment dan modifikasi olahraga yang tepat,” kata Asep.
Jadi, jangan lupa untuk tetap aktif bergerak meski masih WFH ya, Moms.
