Tumbuh Kembang Anak Yuanita Christiani yang Berusia 23 Bulan
·waktu baca 2 menit

Merupakan tugas orang tua untuk memantau tumbuh kembang anak. Dengan begitu, orang tua bisa mengetahui apakah anak berada pada tonggak perkembangan yang normal atau tidak. Apalagi, si kecil sudah memasuki usia balita seperti anak Yuanita Christiani misalnya.
Lewat salah satu unggahan di laman Instagram pribadinya, Yuanita membagikan momen saat putri semata wayangnya memasuki usia 23 bulan.
“Dengan bangga mempersembahkan. Konser Raya Ariella Menuju 2 tahun,” kata Yuanita dalam keterangannya.
Video tersebut memperlihatkan saat Ariella yang berusia 23 bulan sedang asyik bermain kuda-kudaan sambil bernyanyi lagu anak-anak. Wah, gemas ya, Moms.
Lantas, kira-kira seperti apa ya tumbuh kembang anak pada usia 23 bulan seperti Ariella?
Dokter Spesialis Anak di India, Dr. Gunjan Baweja, MBBS, MD, MRCPCH, menjelaskan di laman FirstCry Parenting tentang beberapa pencapaian anak pada usia 23 bulan seperti berikut ini:
Keterampilan motorik anak
Balita pada usia ini punya kemampuan naik dan turun tangga dengan keseimbangan yang baik. Namun, terkadang si kecil mungkin masih perlu memegang tangan ibu atau tiang tangga.
Anak bisa makan dan minum sendiri, karena otot lengan dan tangannya sudah lebih kuat. Artinya, si kecil akan jarang menumpahkan makanannya karena sudah bisa memegang sendok dengan baik.
Anak dapat berpakaian dan membuka pakaiannya sendiri.
Otot punggung dan kaki si kecil lebih kuat, sehingga ia dapat membungkuk dan mengangkat benda dari lantai.
Anak bisa berdiri di atas jari kakinya atau jinjit untuk mengambil sesuatu di meja yang lebih tinggi darinya.
Perkembangan kognitif dan bahasa anak
Anak bisa mempunyai selera sendiri dan bisa memilih apa yang disukainya dan tidak.
Anak mulai suka menggambar dan mencoret-coret, bahkan mungkin menggambar garis lurus dan bentuk lingkaran.
Mampu memahami dan mengikuti perintah dua kata sederhana seperti, ‘duduk di sini’, atau ‘ambilkan tisu.’
Anak mengingat nama-nama orang terdekatnya seperti nama ibu, ayah, adik atau kakaknya.
Dapat membuat kalimat lengkap dengan 2-3 kata dan dapat menggunakan kata ganti.
Lebih sering meniru nada dan cara bicara orang lain.
Anak akan memberitahu apa yang dirasakannya seperti lapar, haus, mengantuk, ingin buang air kecil atau besar.
Perkembangan sosial emosional anak
Anak punya keinginan untuk bermain dengan teman-temannya.
Meniru apa yang dilakukan temannya.
Punya rasa empati dan bisa berbagi dengan temannya.
Anak bisa menghibur orang lain dengan membuat ekspresi atau melakukan tindakan lucu.
Mulai merasa cemas jika orang tuanya tidak ada didekatnya.
