Umur Berapa Anak Bisa Melempar Benda?
·waktu baca 2 menit

Ada banyak perkembangan anak yang perlu menjadi perhatian orang tua. Mulai dari merangkak, berdiri, hingga melempar.
Ya Moms, melempar juga termasuk dalam perkembangan motorik anak. Anak yang memiliki kemampuan melempar menunjukkan bahwa mereka sudah memiliki kekuatan dan koordinasi tangan yang baik.
Lantas, kapan anak mulai bisa melempar benda? Berikut penjelasannya untuk Anda.
Usia Anak Mulai Bisa Melempar Benda
Dokter anak perkembangan saraf di Mayo Clinic, Minnesota, Raymond Tervo, MD, mengatakan bahwa anak biasanya mulai bisa mengambil bola atau benda lain dan melemparnya pada usia 15-18 bulan.
“Aktivitas melempar dapat menguji keseimbangan dan kelincahannya, sekaligus mengasah koordinasi tangan dan mata pada anak-anak,” kata Raymond kepada Parents.
Mengutip BabyCentre, sebenarnya anak sudah belajar menggenggam benda sejak usia 3-7 bulan. Namun, saat itu si kecil belum mempunyai kekuatan lebih untuk mengangkat dan melempar benda dengan baik. Koordinasi seluruh lengan yang memungkinkannya untuk mengambil atau melempar benda biasanya terjadi antara usia 18 bulan hingga 3 tahun.
“Pada sekitar usia 2 tahun, anak-anak mulai menunjukkan dominasi tangan kiri atau tangan kanannya saat mengambil atau melempar sesuatu. Untuk mengasah keterampilan ini, orang tua bisa melatih anak dengan berbagai permainan menyenangkan,” kata Raymond.
Ya Moms, Anda bisa mendukung kemampuan anak melempar dengan permainan ringan, seperti tangkap bola. Atau permainan yang lebih serius seperti satu set bowling anak-anak yang bisa dimainkan di lorong rumah.
Melempar Termasuk Perkembangan Motorik Anak
Keterampilan melempar merupakan tahap perkembangan motorik yang baik pada anak. Ketika anak sudah memiliki kemampuan untuk melempar, artinya kekuatan otot, tulang dan keseimbangan pada tangannya juga sudah meningkat.
Awalnya, si kecil akan mulai dengan berguling dan menendang, sebelum akhirnya belajar melempar benda dengan tangannya. Setelah itu, Anda mungkin akan melihat preferensi tangan anak, apakah lebih dominan tangan kanan atau kiri. Tapi ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan ya, Moms.
Penulis: Hutri Dirga Harmonis
