Kumparan Logo

Umur Berapa Anak Mulai Bisa Berbohong?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak berbohong pada orang tua. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak berbohong pada orang tua. Foto: Shutterstock

Saat anak bertambah besar, orang tua mungkin saja pernah mendapati anak berbohong. Tentu saja, berbohong bukanlah perbuatan yang terpuji, sehingga Anda mungkin khawatir si kecil akan tumbuh dengan kebiasaan ini dan melakukannya pada orang lain.

Meski begitu, kebiasaan berbohong rupanya termasuk dari bagian tumbuh kembang anak, Moms. Lantas, di usia berapa si kecil mulai bisa berbohong?

Kapan Anak Mulai Bisa Berbohong?

Ilustrasi anak sedang berbohong. Foto: GOLFX/Shutterstock

Konsultan Psikiater di Bhave Institute of Mental Health yang berbasis di Nagpur, Dr. Neha Bhave Salankar, MD, menjelaskan di laman Mom Junction, kebanyakan anak mulai bisa berbohong pada usia tiga tahun. Sebelum usia itu, mereka biasanya tidak berbohong karena si kecil belum sepenuhnya memahami apa yang dikatakannya.

Kemudian, biasanya anak-anak mulai lebih sering berbohong di antara usia empat hingga enam tahun. Tapi sebenarnya, kebohongan ini sebagian besar adalah cerita dari fantasinya sendiri, Moms. Sebab, pada usia ini, anak-anak sedang mencoba membedakan antara kenyataan dan imajinasi di otaknya. Oleh karenanya, berbohong juga merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak, yang mana si kecil sebenarnya tidak bermaksud melakukan hal buruk.

Ketika anak-anak mulai tumbuh besar, mereka belajar untuk mengekspresikan dirinya lebih baik dan mulai mengatakan kebohongan yang lebih rumit lagi, Moms. Di antara usia 6 hingga 12 tahun, mereka mulai memahami bahwa berbohong adalah perilaku yang salah, namun, si kecil dapat terus melakukannya karena beberapa alasan.

Ilustrasi ibu marah pada anak. Foto: Shutter Stock

Ya Moms, misalnya saja, karena si kecil menghindari masalah seperti hukuman dan dimarahi orang tuanya. Kemudian, menguji sebab-akibat untuk sekadar mendapatkan perhatian orang tuanya. Dalam hal ini, anak akan berbohong melakukan sesuatu atau tidak melakukannya, agar orang tua penasaran dan bertanya atau justru marah, sehingga si kecil bisa mengetahui respons ayah dan ibunya.

Sementara dikutip dari Raising Children, beberapa anak yang lebih besar sering kali berbohong saat keterampilan sosialnya mulai berkembang. Ya Moms, si kecil mungkin berbohong agar tidak menyakiti perasaan Anda. Artinya, anak memiliki kebiasaan berbohong untuk membuat orang-orang di sekitarnya tidak khawatir.

kumparan post embed