kumparan
14 Feb 2019 15:20 WIB

Umur Berapa Bayi Tumbuh Gigi?

Ilustrasi gigi bayi. Foto: Shutter Stock
Gigi bayi tumbuh secara bertahap. Meski begitu, tumbuh gigi pada setiap bayi waktunya berbeda-beda. Ada bayi yang giginya tumbuh lebih cepat dari usianya, ada juga bayi giginya tumbuh lebih lama bahkan harus menunggu sampai dia berusia satu tahun lebih. Lalu kapan sebenarnya usia normal pada bayi untuk tumbuh gigi?
ADVERTISEMENT
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kumparanMOM bertanya pada Dokter Gigi Spesialis Anak Yulia Sri Bono Widyastuti. Menurut drg Tuti Bono -sapaan akrabnya- bayi tumbuh gigi umumnya saat ia sudah berusia 6 bulan.
"Mulai umur 6 bulan pada umumnya. Tapi ada yang lebih cepat 4 bulan, ada juga yang agak lambat. Tapi umumya usia 6 bulan", ujar drg. Tuti Bono saat dihubungi kumparanMOM, Rabu (13/2).
Tidak masalah kok, Moms, bila bayi Anda baru tumbuh gigi saat berusia di atas atau di bawah 6 bulan. Hal itu sangat normal. Hanya saja, jika bayi Anda masih belum memiliki gigi di usia 24 bulan, ada baiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter gigi anak.
ADVERTISEMENT
"Normal-normal saja. Jadi ada rentan waktunya kira-kira sampai usia 2 tahun. Pada usia 2 tahun, 20 gigi sudah harus tumbuh", kata drg Tuti Bono.
Biasanya yang keluar lebih dulu adalah gigi atas depan. Beberapa minggu kemudian diikuti oleh gigi bawah depan. Anda dapat menandai keluarnya gigi si kecil dengan melihat benjolan kecil pada gusi sebelum gigi tersebut muncul.
Sebagian besar bayi yang tumbuh gigi merasa tidak nyaman. Bahkan di antara mereka ada yang mengalami demam tinggi. Bila bayi Anda termasuk salah satunya, drg Tuti Bono menyarankan agar Anda mengompresnya atau memberikan obat penurunan panas.
"Kalau panasnya cukup tinggi dikasi obat penurun panas ya. Itu memang reaksi dari tubuh saja, karena giginya mau menembus gusinya. Biasanya demam 2-3 hari. Tapi kalau disertai flu, batuk, pilek sebaiknya ke dokter", katanya.
ADVERTISEMENT
Selain demam, bayi juga lebih sering menggigit-gigit mainan atau benda yang dipegangnya ketika gigi tumbuh. Sehingga mulutnya mengeluarkan air liur berlebih. Banyaknya air liur tersebut sebenarnya bukan karena faktor pertumbuhan gigi, tetapi karena bayi yang belum mempunyai kemampuan untuk menelan dengan baik.
"Keluar air liur itu bukan ciri anak tumbuh gigi. Tapi karena mereka belum bisa menelan. Produksi air liur bayi itu kan mulai banyak, tapi dia belum pintar nelannya. Otomati sair liurnya keluar. Bayi baru punya refleks mengenyot, tapi belum bisa menelan", jelas drg. Tuti Bono.
Yang dapat Anda lakukan adalah melap air liurnya itu dan memberinya teether. Jika usianya sudah 6 bulan ke atas, Anda dapat memberikan finger food untuk digigit-gigit seperti potongan apel atau wortel. Makanan-makanan seperti ini merupakan "objek gigitan" yang baik.
ADVERTISEMENT
"Kan ada gerakan menggigit-gigit. Itu pakai teether juga bagus untuk membantu merangsang pertumbuhan gigi", katanya.
Apabila Anda menggunakan teether, pilihlah teether yang aman untuk bayi. Pastikan terbebas dari bahan BPA atau bisphenol-A.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan