kumparan
Mom16 Mei 2018 18:15

Usia 4 Tahun, Anak Sudah Bisa Ikut Puasa, ini Alasannya!

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi ibu dan anak.
Ilustrasi ibu dan anak. (Foto: Thinkstock)
Rukun Islam keempat yang wajib dipenuhi umat Islam ialah berpuasa di bulan Ramadhan. Meski keharusan puasa diperuntukkan bagi yang sudah akil balig, namun tak jarang ada anak kecil yang ikut berpuasa.
ADVERTISEMENT
Alasannya beragam, bisa karena sedang mencontoh orang tua, guru, kakak, dan teman-temannya hingga sebagai ajang latihan agar bisa berpuasa penuh. Manfaat dari puasa itu sendiri, yaitu belajar mengendalikan diri dan baik pula bagi kesehatan yang juga dapat dipetik anak yang berpuasa.
Tapi, seringkali orang tua merasa tidak tega dan bertanya-tanya, 'memang si kecil sudah boleh puasa?'
Menurut laman Pediatrica Universitas Gadjah Mada, anak berusia 4 tahun sudah bisa mulai diajarkan berpuasa. Psikolog Elisa yang dihubungi kumparanMOM juga membenarkan hal ini. Menurutnya, anak usia ini akan memasuki fase di mana otak siap menerima banyak informasi dari luar serta memahaminya.
Anak makan cokelat.
Anak makan cokelat. (Foto: Thinkstock)
Moms bisa mengajarkan si kecil berpuasa dengan baik dan benar, serta dilakukan secara bertahap. Misalnya, Anda bisa membangunkan si kecil untuk sahur bersama dan dilanjutkan dengan puasa selama beberapa jam. Biarkan anak berpuasa semampunya, Moms, tak masalah bila bertahan satu, dua jam, atau hingga setengah hari.
ADVERTISEMENT
Di samping aktivitas puasa, jangan lupa berikan si kecil edukasi rohani kenapa puasa menjadi begitu penting dijalankan. Di samping itu, tak lupa beri tahu anak bahwa puasa tidak hanya soal menahan rasa lapar dan haus, tapi juga soal sikap yang tidak mudah marah, perlunya berbagi terhadap sesama yang membutuhkan, rajin beribadah, dan sebagainya.
Kesiapan fisik dan mental serta tidak ada paksaan dari Anda menjadi sorotan pula. Saat si empat tahun Anda belum tertarik untuk puasa, Anda tidak perlu memaksanya, tapi kenalkanlah ia terlebih dulu edukasi soal puasa. Maka dari itu, usia ideal belajar puasa bagi anak bisa jadi berbeda tiap anak.
Ilustrasi anak dan orang tua.
Ilustrasi anak dan orang tua. (Foto: Thinkstock)
Kesiapan fisik, utamanya mencakup kesehatan dan terpenuhinya nutrisi anak saat puasa. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam laman resminya menyebut, saat puasa setidaknya anak diberikan nutrisi lengkap meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
ADVERTISEMENT
Agar anak bersemangat saat menjalankan ibadah puasa, ciptakan momen sahur dan berbuka dengan menyenangkan, misalnya Anda bisa menyediakan menu variatif dan menarik setiap hari. Pastikan nilai gizi yang diperlukan anak terpenuhi pula dan menu sahur maupun buka.
Saat menjalankan ibadah puasa, perhatikan pula waktu tidur anak, waktu bermain, dan dan ciptakan kegiatan menarik sambil menunggu waktu buka.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan