Kumparan Logo

Usia Berapa Anak Mulai Merasakan Mimpi Buruk?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
12
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak mengalami mimpi buruk.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak mengalami mimpi buruk. Foto: Shutterstock

Mimpi buruk dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Ya Moms, kondisi ini membuat beberapa orang tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan merasa takut atau cemas.

Mengutip Healthline, mimpi buruk dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti menikmati film, buku, atau gim horor sebelum tidur, sedang sakit atau demam, sampai mengalami masalah kesehatan mental.

Nah Moms, usia berapa sih anak mulai merasakan mimpi buruk saat tidur? Simak penjelasannya berikut ini.

Kapan Anak Mulai Merasakan Mimpi Buruk?

Ilustrasi anak mengalami mimpi buruk. Foto: Shutterstock

Mengutip Verywell Family, anak umumnya mulai merasakan mimpi buruk pada usia 3 atau 4 tahun. Pada usia tersebut, daya imajinasi anak mulai berkembang, sehingga apa yang ia bayangkan bisa terbawa sampai alam bawah sadarnya.

“Kami mulai melihat mimpi buruk sekitar usia 3 atau 4 tahun ketika imajinasi mulai berkembang,” jelas konsultan tidur anak bersertifikat Erica Threet, M.Ed., CSWSC.

Sementara itu, dikutip dari Healthline, mimpi buruk pada anak lebih umum terjadi pada anak berusia di bawah 10 tahun. Anak perempuan cenderung lebih sering mengalaminya dibanding anak laki-laki.

Cara Menghadapi Anak Mengalami Mimpi Buruk

Ilustrasi ibu menenangkan anak yang mimpi buruk. Foto: Shutter Stock

Mimpi buruk umumnya tidak membahayakan anak. Namun, orang tua dapat melakukan beberapa cara untuk mengurangi kemunculannya, seperti mengurangi screen time dan membatasi susu sapi sebelum tidur.

“Saya juga merekomendasikan untuk tidak menyajikan susu sapi anak Anda sebelum tidur dan membatas total asupan harian mereka hingga 8 hingga 16 (sekitar 235 – 370 ml). Hormon dalam susu api dapat menyebabkan mimpi buruk,” ujar Threet.

Sementara itu, cara lain yang dapat dilakukan untuk menghadapi anak yang mengalami mimpi buruk yaitu sebagai berikut.

  1. Dengarkan ceritanya dan pastikan bahwa ia baik-baik saja,

  2. Buat rutinitas waktu tidur yang terjadwal,

  3. Bantu anak untuk rileks sebelum tidur dengan latihan pernapasan dalam,

  4. Minta anak untuk menulis ulang tentang mimpi buruknya dalam jurnal mimpi atau menceritakan tentang tokoh yang ada di mimpinya,

  5. Beri anak boneka, guling, atau selimut yang bisa membuatnya nyaman saat tidur,

  6. Gunakan lampu tidur dan biarkan pintu kamar terbuka saat ia tidur.

kumparan post embed