Kumparan Logo

Usia Berapa Bayi Bisa Bermain dengan Mainan?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi bermain. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi bermain. Foto: Shutter Stock

Sejak baru lahir, orang tua mungkin memanfaatkan mainan untuk menghibur bayi. Ya Moms, mainan dengan warna cerah dan suara bergemerincing termasuk salah satu jenis mainan yang umumnya disukai bayi.

Meski si kecil tampak melihat dan mendengarnya, namun ia belum bisa memainkannya sendiri. Lantas, di usia berapa bayi mulai bisa memainkan mainannya sendiri? Simak penjelasan lengkapnya, seperti dikutip dari Parenting FirstCry.

Kapan Bayi Bisa Memainkan Mainannya Sendiri?

Ilustrasi bayi bermain drum. Foto: MIA Studio/Shutterstock

Pada usia 4 – 6 bulan, bayi umumnya mulai mengembangkan beberapa kemampuan, seperti menggenggam, meremas, mengambil, memindahkan, dan memukul dengan tangannya. Dengan kemampuan tersebut, si kecil biasanya sudah bisa memainkan mainannya sendiri, Moms.

Namun, bayi mungkin tertarik untuk memasukkan mainan tersebut ke mulutnya. Untuk itu, pilihlah mainan dengan bahan lembut dan berukuran besar agar tidak membuat si kecil tersedak. Tentunya, pilih juga mainan yang memang dikhususkan sesuai umur bayi agar lebih aman dan terasa manfaatnya.

Kemudian, pada usia 6 – 12 bulan, bayi mengalami perkembangan yang luar biasa. Tak hanya menggenggam, ia mulai bisa melempar dan menggoyangkan mainannya. Pada usia ini pula, bayi umumnya mulai belajar merangkak dan berjalan. Jadi, Anda dapat menggunakan mainan untuk menstimulasi kemampuan barunya itu.

Mainan Seperti Apa yang Bisa Dimainkan Bayi?

Ilustrasi teether bayi. Foto: 2p2play/Shutterstock

Tak hanya sebagai hiburan, mainan juga menjadi media untuk menstimulasi tumbuh kembang bayi. Untuk bayi usia 4 – 6 bulan, Anda dapat memberikan mainan yang menarik perhatian bayi dan mengajarinya tentang hubungan sebab-akibat. Beberapa jenis mainan yang cocok yaitu bola warna-warni, boneka binatang, dan mainan sensorik.

Sementara itu, untuk bayi usia 6 – 12 bulan, Anda dapat memberikan mainan yang memberikan pengalaman sekaligus pembelajaran baru untuk si kecil. Beberapa di antaranya yaitu baby push walker, mainan blok, hingga alat musik sederhana.

Tak hanya memilih mainan berdasarkan tonggak perkembangan bayi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih mainan untuk si kecil. Apa saja itu?

  1. Berikan mainan dengan warna-warna cerah untuk membantu bayi mengembangkan indra penglihatannya sekaligus mengenalkan nama-nama warna pada si kecil.

  2. Pilih mainan yang dapat bersuara, tapi dengan volume yang lembut dan tidak mengagetkan bayi.

  3. Mainan bergerak mampu menarik perhatian si kecil. Selain itu, mainan bergerak juga dapat membantu bayi untuk melatih kemampuan fokusnya.

  4. Pilih mainan dengan bahan yang ramah anak. Jika ingin membeli teether, pastikan mainan tersebut tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya jika dimasukkan ke mulut.

kumparan post embed