Kumparan Logo

Usia Berapa Bayi Boleh Makan Stroberi?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi makan stroberi.  Foto: Mcimage/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi makan stroberi. Foto: Mcimage/Shutterstock

Ada beragam jenis buah-buahan yang dapat disajikan sebagai menu MPASI atau camilan bayi. Misalnya saja stroberi. Selain memiliki warna yang menarik, rasa buah stroberi juga cukup menyegarkan, Moms.

Mengutip Mom Junction, stroberi mengandung beberapa nutrisi yang kaya akan vitamin, serat, antioksidan, dan senyawa bioaktif yang bermanfaat untuk kesehatan bayi. Sehingga, tak jarang buah ini cukup sering dikonsumsi untuk mengatasi gangguan pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan membantu pertumbuhan sel di dalam tubuh.

Ilustrasi bayi makan stroberi. Foto: Teerat Ratrawetakorn/Shutterstock

Meski begitu, ibu perlu berhati-hati bila hendak memberikan stroberi untuk si kecil. Sebab, rasa asam dari buah itu bisa mengganggu kesehatan lambung karena sistem pencernaan bayi belum sempurna. Lantas, usia berapa bayi boleh diberi stroberi?

Penjelasan soal Usia Bayi Boleh Makan Stroberi

Ilustrasi bayi makan stroberi. Foto: Ellona Kritskaya/Shutterstock

Dikutip dari laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), normalnya stroberi bisa mulai dikonsumsi oleh bayi saat mereka sudah siap untuk makan makanan padat, atau saat mulai MPASI yakni sekitar usia 6 bulan.

Hanya saja, Anda disarankan untuk tidak langsung memberikan buah stroberi murni untuk si kecil, Moms. Ya, cobalah untuk menambahkan stroberi dalam bentuk pure ke dalam menu MPASI bayi. Selain itu, pure stroberi juga bisa dicampurkan dengan berbagai jenis buah dan sayuran lainnya, seperti pisang, apel, pepaya, dan selai kacang.

Ilustrasi pure stroberi. Foto: Michael C. Gray/Shutterstock

Meski begitu, sebaiknya berikan stroberi untuk si kecil selama tiga hari berturut-turut, Moms. Hal itu dilakukan untuk melihat apakah muncul alergi atau tidak setelah mengkonsumsi buah yang rasanya segar dan cukup asam itu. Sebab, buah stroberi masuk kategori hipoalergenik karena bersifat asam.

Biasanya, reaksi alergi itu ditandai dengan munculnya ruam merah di sekitar mulut bayi. Menurut para ahli, ruam ini akan lebih sering terjadi pada bayi yang memiliki kulit sensitif dan eksim.

Tak hanya itu, reaksi alergi juga dapat menyerupai gatal-gatal, pernapasan bunyi atau mengi, batuk, muntah, hingga diare. Oleh karena itu, sebelum memberikan stroberi kepada bayi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu ya, Moms!

kumparan post embed