Vaksin Apa yang Diberikan di Paha Anak?

Anak harus mendapatkan vaksin rutin sejak baru lahir untuk melindungi tubuhnya dari berbagai penyakit berbahaya. Ya Moms, menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, ada sebanyak 15 vaksin yang harus diberikan kepada anak sejak baru lahir hingga berusia 18 tahun.
Vaksin pada anak juga diberikan dengan cara yang beragam, ada yang dimasukkan secara oral hingga disuntikkan. Biasanya, vaksin akan disuntikkan ke lengan bagian atas atau paha. Nah, apa sebenarnya perbedaan vaksin yang diberikan ke lengan dan paha ya?
Penjelasan soal Vaksin yang Diberikan di Paha Anak
Mengutip laman resmi IDAI, pemilihan tempat penyuntikan vaksin pada anak bisa berdasarkan beberapa pertimbangan, Moms. Pertimbangan tersebut salah satunya dilihat dari tebal otot atau lemak supaya anak mendapatkan kekebalan optimal.
Kemudian, tempat penyuntikan bisa berbeda juga agar meminimalkan cedera pada jaringan, pembuluh darah, dan saraf di sekitarnya. Selain itu, dapat juga memperkecil kemungkinan rasa tidak nyaman pada bayi dan anak akibat gerakan dan sentuhan, terutama apabila bayi sudah dapat berjalan.
Sehingga ini sebabnya mengapa ada vaksin yang disuntikkan di paha dan di lengan. Namun sebenarnya, perbedaan tempat penyuntikan tidak menimbulkan perbedaan kekebalan, asalkan kedalaman penusukan jarum atau jaringan yang disuntik vaksin sesuai dengan ketentuan untuk setiap jenis vaksin.
Kemudian, vaksin apa saja sebenarnya yang disuntikkan ke paha? Menurut dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta Pusat, vaksin yang biasanya disuntikkan ke paha ialah vaksin mati.
“Kalau vaksin hidup bisa disuntikkan subkutan di paha juga tapi lebih dangkal. Suntik di paha juga biasanya dilakukan pada anak dengan berat badan kurang dari 10 kg,” jelas dr. Pripim pada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Vaksin mati ialah vaksin yang dibuat dari komponen bakteri, virus, atau bakteri yang mati. Seperti vaksin DPT, influenza, polio injeksi, hepatitis A dan B, kolera, dan tifoid.
Sementara vaksin hidup biasanya dari virus yang dilemahkan, seperti vaksin tuberculosis (BCG), vaksin polio oral, vaksin campak, vaksin rotavirus, dan vaksin demam kuning, Moms.
