Kumparan Logo

Viral Chat Tak Senonoh Anak SD, Kapan Waktu yang Tepat Anak Punya HP Sendiri?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Remaja Menggunakan Gadget. Foto: StockLab/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Remaja Menggunakan Gadget. Foto: StockLab/Shutterstock

Moms, belakangan media sosial ramai membahas chat tidak senonoh di grup murid SD di salah satu sekolah. Dalam grup yang berisi siswa kelas 6 SD tersebut, beredar percakapan bernada vulgar yang membuat banyak murid dan orang tua merasa terganggu dan tidak nyaman.

Kasus ini pun menjadi pengingat bagi banyak orang tua tentang risiko penggunaan HP pada anak, terutama ketika akses digital diberikan tanpa pendampingan yang cukup. Lalu sebenarnya, kapan waktu yang tepat anak punya HP sendiri?

Kata Psikolog soal Waktu yang Tepat Anak Boleh Punya HP Sendiri

Ilustrasi - orang tua dampingi anak main HP Foto: fizkes/Shutterstock

Menanggapi hal ini, psikolog klinis anak Vera Itabiliana, M.Psi., Psikolog, mengatakan, tidak ada patokan usia yang benar-benar pasti soal kapan anak boleh memegang atau memiliki HP sendiri.

“Usia memang penting, tapi kemampuan kontrol diri anak jauh lebih menentukan,” jelas Vera kepada kumparan beberapa waktu lalu.

Menurut Vera, sebelum memberikan HP, orang tua perlu melihat kesiapan anak secara emosional dan perilaku. Ada beberapa tanda yang bisa menjadi pertimbangan apakah anak sudah siap atau belum, di antaranya:

  • Sulit berhenti bermain HP saat diminta

  • Tantrum ketika HP atau gadget diambil

  • Belum bisa memahami atau mengikuti aturan

  • Mudah terdistraksi sehingga mengganggu belajar atau waktu tidur

Jika tanda-tanda tersebut masih sering terlihat, artinya anak masih membutuhkan pendampingan lebih sebelum memiliki akses HP pribadi.

Meski begitu, beberapa literatur menyebut anak umumnya siap memiliki HP sendiri di usia sekitar 12–13 tahun. Namun, pemberian HP di usia ini tetap perlu disertai pengawasan dan aturan yang jelas dari orang tua.

Aturan Penggunaan HP yang Bisa Diterapkan di Rumah

Jika HP digunakan untuk kebutuhan sekolah atau komunikasi, orang tua sebaiknya membuat aturan penggunaan sejak awal agar anak memahami batasannya.

Contoh aturan yang bisa diterapkan antara lain:

  1. Ada jadwal penggunaan HP, misalnya 30–60 menit per hari

  2. HP digunakan di ruang keluarga agar lebih mudah diawasi

  3. Tidak menggunakan HP saat makan

  4. Tidak bermain HP setelah bangun tidur atau menjelang tidur

  5. Jika bermain game, pilih yang sesuai usia dan tidak mengandung kekerasan

  6. Waktu bermain game dibatasi, misalnya hanya saat akhir pekan

Batasan Penggunaan HP untuk Anak yang Perlu Diperhatikan

Selain aturan waktu, Vera juga mengingatkan pentingnya batasan soal bagaimana HP digunakan anak sehari-hari.

Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua, yaitu:

  • Mengenalkan HP sebagai alat belajar dan komunikasi, bukan hiburan utama

  • Mengaktifkan fitur parental control

  • Mendampingi anak saat online atau mengakses internet

  • Mengajarkan etika digital, termasuk sopan santun saat berkirim pesan

  • Melakukan evaluasi penggunaan HP secara berkala bersama anak

“Kalau anak sudah bisa mengikuti aturan dengan baik, perlahan orang tua bisa memberi kepercayaan lebih besar,” pesan Vera.