Kumparan Logo

Viral Penis Anak 9 Tahun Terbakar Usai Sunat Metode Laser, Bagaimana Seharusnya?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sunat anak laki-laki. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sunat anak laki-laki. Foto: Shutterstock

Seorang anak berusia 9 tahun di Pontianak penisnya terbakar setelah disunat menggunakan metode laser. Anak tersebut diduga menjadi korban malapraktik dokter yang menanganinya.

Sang ibu menyebut, putranya itu berteriak kesakitan saat proses penyunatan dan menangis setelahnya. Bahkan anak tersebut juga harus menjalani operasi untuk menyembuhkan luka bakar di area penisnya.

Peristiwa ini tentu menjadi kekhawatiran sendiri bagi para orang tua, terutama mereka yang berkeinginan untuk menyunat anaknya dalam waktu dekat. Lantas, sebenarnya aman enggak sih metode sunat dengan laser?

Keamanan Sunat Anak Pakai Metode Laser

Ilustrasi sunat anak laki-laki. Foto: Shutterstock

Metode sunat menggunakan laser memang kerap menjadi pilihan banyak orang tua untuk buah hatinya. Umumnya, metode laser aman dilakukan selama dokter memang berpengalaman dan mengetahui tekniknya dengan tepat.

Namun menurut Dokter Spesialis Bedah Saraf, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, yang sering kali terjadi di Indonesia adalah kesalahpahaman soal metode laser itu sendiri.

“Kalau orang awam di Indonesia bilang sunat pakai laser itu umumnya bukan pakai laser (asli) tapi pakai alat yang namanya elektrikauter yang terbuat dari lempengan logam panas. Nah, itu yang membuat terjadinya luka bakar,” ungkap dr. Mahdian saat dihubungi kumparanMOM, Rabu (25/5).

kumparan post embed

Metode sunat dengan laser biasanya memerlukan biaya yang sangat mahal dan hanya ada di klinik tertentu. Hingga saat ini banyak klinik di daerah yang belum memiliki alat laser memadai dan sesuai dengan standar.

Sementara, sunat menggunakan metode laser justru tidak akan menimbulkan risiko luka bakar. Ini sama halnya dengan penggunaan laser pada wajah di klinik estetik yang tidak membahayakan kulit, Moms.

Jadi, bila alat sunat yang digunakan oleh dokter adalah elektrikauter, itu bukan laser ya, Moms. Penting bagi Anda untuk mencari tahu dulu tentang metode yang cocok dan sesuai dengan kondisi si kecil.

Misalnya jika si kecil memiliki tubuh yang gempal, dr. Mahdian menyebut sebaiknya tidak disunat menggunakan metode laser ataupun elektrikauter. Akan tetapi, sebaiknya si kecil disunat menggunakan metode konvensional yang dianggap lebih aman.

Metode Sunat untuk Anak

Ilustrasi sunat anak. Foto: Shutter Stock

Metode sunat menjadi hal yang penting dipertimbangkan orang tua sebelum mendaftarkan buah hatinya ke klinik bedah. Berikut ini beberapa metode sunat anak yang ada di Indonesia, Moms.

Tradisional

Metode sunat tradisional masih menggunakan alat-alat dari alam seperti, bambu, pisau belati, dan tulang. Cara ini dulu biasa digunakan di wilayah terpencil atau perkampungan.

Konvensional

Menyunat anak dengan metode ini biasanya dilakukan dengan gunting, pisau bedah, dan benang. Oleh sebab itu, sunat dengan cara ini masih membutuhkan jahitan dan waktu bed rest yang cukup lama untuk si kecil.

Modern

Sunat dengan metode modern dilakukan dengan klem dan alat laser asli. Kedua metode ini sama-sama aman dilakukan untuk si kecil. Namun, klem memang menjadi metode yang cukup diminati saat ini karena tidak menimbulkan pendarahan, tidak perlu jahitan, dan tidak memicu infeksi. Bahkan klem juga menjadi metode sunat yang direkomendasikan WHO lho, Moms.

“Jadi yang direkomendasikan oleh WHO itu adalah yang klem. Kenapa? Karena sekali pakai. Menghindari infeksi silang,” pungkas dr. Mahdian.