Kumparan Logo

Vitamin K untuk Bayi Baru Lahir Aman dan Penting: Cegah Risiko Perdarahan

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi baru lahir dapat Vitamin K.  Foto: Pingkhasan_PP/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir dapat Vitamin K. Foto: Pingkhasan_PP/Shutterstock

Ada beberapa informasi di media sosial yang mengatakan pemberian vitamin K pada bayi baru lahir berbahaya. Beberapa klaim bahkan menyebut vitamin K dapat menyebabkan bayi kuning hingga eksim.

Namun, benarkah demikian?

Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar, Moms. Menurutnya, pemberian vitamin K pada bayi baru lahir merupakan tindakan yang aman sekaligus penting untuk mencegah risiko perdarahan serius.

“Pemberian vitamin K pada bayi baru lahir aman dan penting,” kata dr. Reza.

Kenapa Bayi Baru Lahir Membutuhkan Vitamin K?

Ilustrasi bayi baru lahir dapat Vitamin K. Foto: Eskymaks/Shutterstock

Vitamin K memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah. Tanpa kadar vitamin K yang cukup, tubuh akan kesulitan menghentikan perdarahan.

“Pada bayi yang baru lahir, keadaan vitamin K di dalam darahnya masih rendah sehingga risiko terjadi perdarahan spontan,” jelas dr. Reza.

Perdarahan akibat kekurangan vitamin K pada bayi dapat menimbulkan dampak serius, terutama jika terjadi di otak. Kondisi ini berpotensi menyebabkan gangguan tumbuh kembang hingga masalah kesehatan jangka panjang.

Benarkah Vitamin K Menyebabkan Bayi Kuning dan Eksim?

Ilustrasi bayi mengalami dermatitis atopik atau eksim susu. Foto: Shutter Stock

Menurut dr. Reza, anggapan bahwa suntikan vitamin K dapat menyebabkan bayi kuning atau eksim tidak didukung bukti ilmiah.

Ia menegaskan, pemberian vitamin K yang direkomendasikan oleh organisasi profesi dokter anak terbukti aman dan tidak menimbulkan efek samping seperti yang banyak beredar di media sosial.

“Vitamin K tidak menimbulkan efek samping seperti yang difitnah, yaitu menyebabkan kuning atau eksim. Itu tidak benar,” tegasnya.

Kapan Vitamin K Diberikan pada Bayi?

Mengacu pada rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vitamin K diberikan segera setelah bayi lahir.

Dosis yang dianjurkan adalah 0,5 ml melalui suntikan intramuskular di bagian paha bayi.

Pemberian vitamin K menjadi salah satu langkah penting dalam perawatan awal bayi baru lahir untuk membantu mencegah perdarahan yang berpotensi mengancam jiwa.

Karena itu, orang tua diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti kebenarannya dan selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terpercaya.

“Semoga jangan salah kaprah lagi, pemberian vitamin K pada bayi ini aman dan penting,” tutup dr. Reza.