Kumparan Logo

Waspada! Angka Kematian Anak Akibat COVID-19 Capai 40 Persen

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Waspada! Angka Kematian Anak Akibat COVID-19 Capai 40 Persen Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Waspada! Angka Kematian Anak Akibat COVID-19 Capai 40 Persen Foto: Shutterstock

Kasus COVID-19 saat ini angkanya kembali melonjak. Bahkan, kasus harian pasien yang terinfeksi virus corona di DKI Jakarta naik secara signifikan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, kasus harian di Ibu Kota pada Kamis (17/6) mencapai 4.144, Moms.

Di periode yang sama bulan lalu, kasus harian corona di DKI Jakarta ada di angka 161. Artinya, kasus harian corona di DKI Jakarta naik 2.473 persen dalam sebulan terakhir. Lantas, bagaimana dengan kasus COVID-19 pada anak-anak?

Menurut Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Aman B Pulungan, SpA, kasus COVID-19 pada anak di Indonesia saat ini mulai mengkhawatirkan. Per Kamis (17/6), dalam satu hari, terjadi penambahan 661 kasus corona anak di DKI Jakarta, sementara 144 di antaranya balita.

kumparan post embed

Lebih lanjut, dr. Aman menjelaskan bahwa data nasional saat ini menunjukkan kasus COVID-19 pada anak usia 0-18 tahun adalah 12,5 persen. Artinya, 1 dari 8 kasus COVID-19 di RI saat ini adalah anak, Moms.

Angka kematian anak yang terkena COVID-19 juga cukup tinggi persentasenya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim dokter RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, kematian pasien COVID-19 pada anak mencapai 40 persen. Kenapa bisa sebanyak itu?

Penjelasan soal Penelitian RSCM Mengenai Kematian Anak Akibat COVID-19

Waspada! Angka Kematian Anak Akibat COVID-19 Capai 40 Persen Foto: Shutterstock

Penulis utama publikasi ilmiah angka kematian COVID-19 pada anak dari RSCM, Prof. Dr. dr. Rismala Dewi, SpA(K), menjelaskan bahwa anak-anak yang terkena COVID-19 dibagi menjadi tiga jenis. Yang tanpa gejala sekitar 13 persen, gejala ringan 83 persen, dan gejala berat 3 persen.

“Anak-anak yang bergejala berat akhirnya diteliti, seberapa besar masalahnya pada anak-anak ini, dan di data kami ternyata 40 persennya meninggal," jelas dr. Rismala dalam acara ‘Obrolan Santai untuk Awam: Benarkah Angka Kematian Anak Sampai 40%? Bukannya Anak Lebih Ringan?’ pada Jumat (18/6).

Dalam penelitian yang dilakukan pada Maret hingga Oktober 2020 di RSCM, sebanyak 490 anak menjadi suspek corona karena memiliki gejala COVID-19. Kemudian setelah melakukan swab PCR, ternyata sebanyak 50 anak dinyatakan positif COVID-19.

kumparan post embed

Dari 50 anak yang dinyatakan positif corona, 20 di antaranya meninggal dunia. Sehingga benar, bahwa angka kematian pasien COVID-19 pada anak sampai 40 persen. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pasien anak akibat COVID-19 meninggal, seperti usia, komorbid, kondisi berat, dan juga rumah sakit rujukan tersier.

“RSCM adalah rumah sakit rujukan tersier, apa maksudnya? Biasanya rujukan kan berjenjang, jadi kalau bisa ditangani di rumah sakit yang lebih bawah, berarti bisa di sana. Tetapi kalau tidak bisa ditangani dan semakin berat, jadi datangnya ke RSCM, jadi umumnya yang datang ke rumah sakit rujukan tersier itu adalah pasien yang tidak bisa ditangani di tempat lain,” ujarnya.

Pada anak-anak, biasanya semakin besar anak, kondisinya akan semakin rentan. Seperti pada penelitian ini, di mana semua anaknya berusia 10 tahun ke atas dan rata-rata memiliki kondisi berat, lalu meninggal akibat COVID-19.

Waspada! Angka Kematian Anak Akibat COVID-19 Capai 40 Persen Foto: Freepik

Selanjutnya adalah faktor komorbid, yakni adanya penyakit penyerta. Ya Moms, pasien yang datang ke RSCM biasanya memiliki komorbid. Dari 20 anak yang meninggal, di antaranya memiliki penyakit gagal ginjal, kelainan jantung, kanker, kelainan neurologi, obesitas, atau gizi kurang.

“Itulah komorbid pada pasien yang kita lihat dan telaah, bahkan 80 persennya memiliki komorbid lebih dari satu, misalkan memiliki gagal ginjal sama jantung, atau gagal ginjal dengan infeksi yang lainnya,” jelas dokter spesialis anak dan patologi forensik ini.

Lebih lanjut, beberapa pasien COVID-19 anak yang datang ke RSCM juga sudah dalam kondisi berat. Bahkan sekitar 50 persen datang dengan kondisi yang kritis, dan di antaranya ada yang meninggal kurang dari 24 jam setelah datang ke rumah sakit.

kumparan post embed

“Ada juga yang sudah dirawat berhari-hari, PCR-nya sudah negatif, tetapi komorbidnya parah jadi harus dirawat, akhirnya meninggal,” pungkas dr. Rismala.

Oleh sebab itu, Moms, Anda tetap harus waspada. Pandemi COVID-19 belum usai, Moms! Bila anak memang harus dan punya kepentingan untuk keluar rumah, pastikan Anda menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Namun, jika anak tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tetap pastikan anak berada di rumah agar aman.