Waspada, Bisul pada Bayi Bisa Sebabkan Komplikasi
·waktu baca 2 menit

Bisul merupakan penyakit kulit yang bisa menyerang semua orang, termasuk anak bahkan bayi. Menurut Children’s National, bisul disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur pada folikel rambut yang terletak di bawah kulit. Infeksi biasanya berawal dari luka goresan atau gigitan serangga, yang tidak dibersihkan secara steril.
Bisul dapat berkembang pada bayi yang sehat, tetapi bayi dengan sistem kekebalan yang lemah dan mengalami luka akibat gigitan serangga.
Bayi dapat mengalami bisul di mana saja karena bisul dapat menyebar dari satu bagian tubuh ke yang lain. Namun, area yang paling sering adalah tempat yang sering terdapat gesekan atau cenderung berkeringat. Mulai dari wajah, bahu, leher, paha, ketiak dan bokong.
Meski bukan penyakit yang berbahaya, bisul perlu ditangani dengan benar dan diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi. Mom Junction melansir, ada 3 komplikasi yang bisa muncul apabila bisul tidak dirawat dengan tepat.
3 Komplikasi yang Bisa Dialami Bayi Akibat Bisul
1. Jaringan parut
Bisul besar dapat menyebabkan jaringan parut. Meski demikian, bekas luka dapat memudar selama beberapa waktu, tetapi mungkin tidak hilang sepenuhnya.
2. Penyebaran infeksi
Infeksi bakteri yang menyebabkan bisul biasanya dapat dengan mudah tersebar ke bagian tubuh lainnya. Ini berpotensi memicu infeksi sekunder seperti selulitis, yang merupakan infeksi sekunder jinak yang umum. Pengobatan dan kebersihan pada bagian bisul sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi.
3. Trombosis sinus kavernosus
Ini merupakan komplikasi bisul yang sangat jarang, namun bisa saja terjadi pada si kecil. Trombosis sinus kavernosus terjadi ketika infeksi memulai perkembangan bekuan darah di belakang rongga mata dan menyebabkan peningkatan tekanan otak.
Gejalanya meliputi sakit kepala yang tajam dan parah, pembengkakan mata, hingga sakit mata yang parah. Kondisi ini dapat mengancam jiwa jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Penulis: Hutri Dirga Harmonis
