Waspada, Moms! Penyakit Ginjal Misterius pada Anak Melonjak 2 Bulan Terakhir
ยทwaktu baca 3 menit

Kemunculan penyakit ginjal misterius pada anak akhir-akhir ini sedang menjadi sorotan para tenaga kesehatan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan adanya lonjakan kasus gangguan ginjal pada anak dalam dua bulan terakhir.
Ya Moms, yang membuat munculnya kasus ini menjadi mengkhawatirkan karena penyebab gangguan ginjal tersebut masih belum diketahui.
"Masih misterius ya. Memang sampai saat ini kami masih dalam proses investigasi apa yang menjadi penyebab dari gangguan ginjal akut, yang kasusnya tiba-tiba melonjak di dua bulan terakhir," ungkap Dokter Spesialis Anak Konsultan Nefrologi, dr. Henny Adriani Puspitasari Sp.A (K), seperti diungkapkan dalam podcast IDAI dengan topik 'Gangguan Ginjal Misterius pada Anak', yang ditayangkan di kanal YouTube IDAI.
Berdasarkan catatan IDAI, kasus ginjal misterius ini sudah menyerang sekitar 100 anak sejak Januari 2022. Namun, dalam dua bulan terakhir ini IDAI melihat ada lonjakan kasus yang lebih banyak dari biasanya.
Gejala Gangguan Ginjal Akut Misterius
Nah Moms, meski sampai saat ini IDAI masih menelusuri penyebabnya, tidak ada salahnya ayah dan ibu mengetahui gejala-gejala gangguan ginjal yang banyak terjadi. Menurut dr. Henny, gangguan ginjal akut misterius ini sama dengan gangguan ginjal lainnya, hanya saja perburukannya terjadi lebih cepat.
"Gejalanya sama, selalu dimulai dengan kencing yang menurun drastis dan tiba-tiba tidak sama sekali. Yang menarik dari gangguan ginjal ini perjalanan penyakitnya karena cepat, mendadak, dan perburukannya juga cepat. Itu yang membuat kami sebagai dokter anak itu menganggap [gangguan ginjal akut] ini satu hal yang tidak biasa," jelas dr. Henny.
Banyak pasien anak-anak yang datang ke dokter memiliki riwayat sering demam dan diare. Kemudian ada juga yang disertai gejala lain seperti batuk pilek hingga muntah. Makanya, orang tua perlu selalu memperhatikan produksi BAK si kecil, dan memastikannya tetap mendapatkan cukup cairan setiap harinya.
"Jadi kalau misalnya punya anak, paling utama di bawah enam tahun, yang dia mengalami demam, diare, gangguan saluran napas atau mungkin muntah. Kemudian kita harus memperhatikan produksi air kencing dari anak kita. Kita harus memastikan dia mendapat cairan yang cukup, kemudian harus rajin buka popok. Ada kencingnya enggak ya, berkurang enggak ya [produksi pipis] dari biasanya," ungkap dokter yang praktik di RS Cipto Mangunkusumo itu.
Meski hingga kini penyebabnya masih didalami, namun dr. Henny menduga penyakit ginjal misterius ini berhubungan dengan COVID-19. Karena saat ini anak-anak terutama di bawah 6 tahun masih belum mendapatkan vaksin corona, sehingga belum memiliki antibodi COVID-19. Namun, hingga kini IDAI dan tim dokter lainnya masih belum bisa mengkonfirmasi hubungan antara kedua penyakit tersebut, Moms.
"Anak-anak yang mengalami gangguan ginjal akut lebih banyak yang di bawah enam tahun. Kemudian anak ini seharusnya belum punya kekebalan terhadap COVID-19 karena belum divaksin. Tapi kami belum bisa konfirmasi hubungannya, tetapi kami berpikir ini berkaitan," tutup dia.
