Yang Harus Diketahui saat Hamil di Usia Tua Seperti Annisa Trihapsari

19 April 2022 12:05
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Annisa Trihapsari. Foto: Munady Widjaja
zoom-in-whitePerbesar
Annisa Trihapsari. Foto: Munady Widjaja
ADVERTISEMENT
Kabar bahagia datang dari pasangan selebriti Annisa Trihapsari dan Sultan Djorghi. Annisa mengumumkan kini dirinya tengah mengandung lagi. Kabar ini dibagikan wanita berusia 45 tahun ini melalui laman Instagram pribadinya beberapa waktu lalu..
ADVERTISEMENT
“ALHAMDULILLAH, amanah اللّٰه. Wahai Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisiMU, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Mengabulkan do’a.” #alquran surat Ali Imran 3:34 ” tulis Annisa dalam keterangan fotonya, Minggu (17/4).
Ini merupakan kehamilan keempat Annisa. Ia mengaku bersyukur mengetahui hamil di tengah suasana bulan Ramadhan dan berharap sang buah hati lahir dalam keadaan suci juga.
“Setiap anak yang dilahirkan adalah dalam keadaan fitrah (suci), maka tergantung kepada kedua orang tuanya lah. (Al Hadis),” tambahnya.
Annisa mengandung calon anak kedua dari pernikahannya dengan Sultan Djorghi di saat usianya menginjak 45 tahun. Ya Moms, ada beberapa risiko yang bisa terjadi saat hamil di usia seperti Annisa. Perlu diketahui, pada usia 45 tahun, tingkat kesuburan wanita menurun sehingga berisiko mengganggu kesehatan ibu dan janin.
ADVERTISEMENT

Risiko yang Dapat Dialami Ibu Saat Hamil di Atas Usia 40 Tahun

Dikutip dari laman resmi The American College of Obstetricians and Gynecologists, beberapa risiko yang dapat dialami ibu hamil usia lanjut, yaitu keguguran, kehamilan ganda dan prematur, serta preeklamsia.
Ilustrasi preeklamsia pada ibu hamil. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi preeklamsia pada ibu hamil. Foto: Shutterstock
Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Brawijaya Hospital Saharjo, dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, M.Kes, risiko kehamilan di atas 40 tahun dibagi menjadi dua, yakni risiko pada ibu dan janinnya.
“Ada dua risiko, yakni pada ibu dan janin. Risiko pada ibu bisa terjadi komplikasi penyakit penyerta saat kehamilan. Misalnya, hipertensi atau preeklampsia, serta diabetes melitus gestasional atau kencing manis selama kehamilan bisa meningkat,” kata dr. Dara, saat dihubungi kumparanMOM, Senin (18/4).
ADVERTISEMENT
Sementara pada janin, besar kemungkinan untuk terjadinya kelainan kromosom. Apalagi, persentase terjadinya kelainan kromosom pada kehamilan di atas usia 40 tahun dapat meningkat cukup tajam.
Ilustrasi anak kelainan kromosom (down syndrome). Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak kelainan kromosom (down syndrome). Foto: Thinkstock
“Pada janin, kemungkinan akan terjadinya kelainan kromosom, salah satunya down syndrome. Kelahiran bayi down syndrome akibat kehamilan di atas usia 40 tahun itu kurang lebih 1:100. Jadi, di setiap 100 kelahiran, ada 1 bayi down syndrome,” tambahnya.
Selain berisiko terjadi komplikasi penyakit, kehamilan di atas usia 40 tahun memiliki peluang kecil untuk melahirkan normal. Sebab, stamina atau energi yang dimiliki ibu hamil usia 40 tahun ke atas tidak sama seperti ibu hamil usia 30 tahunan.
“Kemungkinan bisa lahir normal, tapi ada beberapa faktor kondisi fisik ibu yang biasanya membuat peluang kelahiran normal menjadi lebih kecil, terutama staminanya,” tutur dr. Dara.
ADVERTISEMENT
Namun, dr. Dara menambahkan, bila fisik ibu kuat dan sehat secara jasmani, maka ibu hamil bisa mencoba untuk melahirkan normal.

Tips Menjaga Kandungan pada Ibu Hamil di Atas Usia 40 Tahun

Meski terdapat peluang terjadinya komplikasi kesehatan, ternyata ada beberapa cara yang bisa ibu hamil lakukan untuk tetap menjaga kandungannya. Apa saja, Moms? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Pemeriksaan kromosom
dr. Dara menyarankan, ibu hamil di atas usia 40 tahun melakukan pemeriksaan Non Invasive Prenatal Test (NIPT) untuk mengetahui kondisi kromosom dalam tubuh. Sebaiknya, NIPT dilakukan pada usia kehamilan 10 minggu.
2. Pemeriksaan darah
Saat hamil, risiko terjadinya diabetes melitus gestasional atau kencing manis meningkat. Oleh sebab itu, penting untuk ibu hamil mengetahui jumlah kadar gula darah dalam tubuh untuk mengontrolnya.
Ilustrasi ibu hamil dengan diabetes. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil dengan diabetes. Foto: Shutter Stock
3. Pemeriksaan psikis
ADVERTISEMENT
Menurut dr. Dara, hamil di atas usia 40 tahun dapat meningkatkan rasa cemas ibu hamil. Penyebabnya pun beragam, salah satunya akibat membaca risiko-risiko hamil di usia tua melalui internet.
“Daripada stress nya meningkat, sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk mensupport ibu hamil. Sehingga, ia terinformasi secara cukup dan terukur. Tidak berlebihan, tetapi juga tidak buat cuek,” jelas dr. Dara.
4. Menjaga nutrisi
Ibu hamil makan semangka. Foto: MUNGKHOOD STUDIO/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ibu hamil makan semangka. Foto: MUNGKHOOD STUDIO/Shutterstock
Menjaga kandungan nutrisi agar tetap tercukupi saat hamil memang diperlukan. Sebaiknya, ibu hamil hindari mengonsumsi makanan tinggi gula, dan yang bisa menyebabkan tekanan darah meningkat. Sebaliknya, ibu hamil perlu mengonsumsi banyak makanan yang memiliki gizi tinggi seperti karbohidrat, protein, buah, sayur, dan suplemen tambahan jika diperlukan untuk menambah stamina.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020