Yang Perlu Dilakukan Agar Rahim Bersih setelah Keguguran
ยทwaktu baca 2 menit

Keguguran bisa jadi hal yang menakutkan bagi ibu hamil. Keguguran bahkan bisa jadi pengalaman yang menyakitkan, dari segi fisik dan juga mental. Ya Moms, umumnya keguguran terjadi ketika embrio atau janin keluar sebelum minggu ke-20 kehamilan.
Keguguran ini biasanya terjadi karena kehamilan tidak berkembang dengan baik. Seperti dikutip dari Better Health, keguguran dapat juga terjadi jika sel telur yang dibuahi tidak tertanam dengan benar ke dalam lapisan rahim.
Lantas jika ibu hamil mengalami keguguran, apa yang perlu dilakukan agar rahim kembali bersih?
Hal yang Dilakukan Agar Rahim Kembali Bersih Setelah Keguguran
Membersihkan rahim setelah keguguran bisa dilakukan dengan cara alami. Salah satunya dengan makan makanan bergizi tinggi. Mengutip Public Health, salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan setelah keguguran adalah memberi makan tubuh dengan makanan sehat.
Ya Moms, tubuh akan mengalami banyak perubahan secara fisik, pikiran juga akan merasa kelelahan. Sehingga bisa saja mengalami emosi
Jadi, sangat penting memberi nutrisi pada tubuh dengan makanan tinggi gizi. Apalagi tubuh akan kehilangan banyak darah, sehingga perlu meningkatkan makanan kaya zat besi. Makan juga makanan kaya vitamin dan mineral, yang membantu meningkatkan energi dan fungsi tubuh.
Dokter juga mungkin akan menyarankan melakukan prosedur dilatasi dan kuretase (D&C). Ini merupakan prosedur untuk mengangkat jaringan dari dalam rahim, untuk membersihkan lapisan rahim setelah keguguran.
Seperti dikutip dari Mayo Clinic, dalam prosesnya, dokter akan menggunakan instrumen kecil atau obat untuk melebarkan bagian bawah rahim yang sempit. Kemudian, dokter akan menggunakan alat bedah yang disebut kuret, berupa alat tajam atau pengisap, untuk mengangkat jaringan di rahim.
Kebanyakan wanita akan mengalami pendarahan selama lima sampai 10 hari setelah kuret. Namun hal ini normal, tapi hubungi dokter jika pendarahan terasa lama dan berat, gumpalan darah atau sakit perut yang kuat, ada perubahan di keputihan, dan demam atau gejala seperti flu.
