Kumparan Logo

Yang Perlu Dilakukan Orang Tua Bila Anak Kekurangan Hormon Pertumbuhan

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak kekurangan hormon pertumbuhan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak kekurangan hormon pertumbuhan. Foto: Shutter Stock

Growth hormone deficiency (GHD) atau kekurangan hormon pertumbuhan adalah salah satu kondisi yang bisa terjadi pada anak. Kondisi ini biasanya ditandai dengan perawakan pendek, wajah yang tampak lebih muda, dahi menonjol, dan terdapat lemak berlebih di sekitar perut.

Selain itu, kurangnya hormon pertumbuhan pada anak juga dapat menimbulkan efek samping untuk kesehatan mental, seperti mudah depresi, sering merasa cemas, sulit berkonsentrasi, hingga daya ingat yang menurun. Hal ini tentunya dapat mengganggu proses tumbuh kembang si kecil, Moms.

Mengutip FirstCry Parenting, anak dikatakan mengalami defisiensi hormon pertumbuhan apabila kelenjar pituitari tidak menghasilkan hormon pertumbuhan yang cukup. Ya, kelenjar tersebut merupakan kelenjar endokrin yang terletak di dalam otak, dan berfungsi untuk mengatur metabolisme tubuh, tekanan darah, dan pertumbuhan anak.

Ilustrasi anak disuntik hormon. Foto: Shutterstock

Biasanya, anak yang kekurangan hormon pertumbuhan akan diberikan hormon pertumbuhan sintetis untuk menambah kadar hormon tersebut. Hormon ini akan disuntikkan ke jaringan lemak tubuh, seperti di bagian belakang paha, lengan, atau bokong anak. Untuk hasil yang optimal, lakukan hal ini di pagi hari ya, Moms.

Oleh karena itu, Anda disarankan untuk membawa si kecil rutin untuk rutin melakukan konsultasi dengan dokter untuk memantau pertumbuhan anak, tes darah untuk mengetahui respons darah terhadap obat, dan perubahan dosis bila diperlukan.

Di samping itu, orang tua juga bisa melakukan beberapa cara berikut ini untuk membantu si kecil mengatasi kurangnya hormon pertumbuhan di dalam tubuh. Apa saja?

kumparan post embed

Tips Atasi Anak yang Kekurangan Hormon Pertumbuhan

Olahraga gymnastic untuk anak. Foto: Shutter Stock

Selain perawatan dan pengobatan dokter, Anda bisa membantu anak untuk melakukan:

  • Olahraga secara teratur untuk membantu produksi hormon pertumbuhan dan mengurangi lemak, salah satunya dengan aerobik.

  • Terapi hormon pertumbuhan untuk meningkatkan kadar gula dalam tubuh, misalnya dengan konsumsi makanan bergizi.

  • Tidur yang cukup untuk bantu produksi hormon pertumbuhan.

  • Berikan fasilitas konseling pada anak bila anak merasa tidak percaya diri, sulit bersosialisasi, atau mengalami intimidasi dari teman di lingkungannya.

  • Ikuti petunjuk dokter dengan sangat hati-hati saat menjalani perawatan atau mengkonsumsi obat-obatan.

  • Kontrol ke dokter secara rutin untuk mengevaluasi perkembangan anak.