Kumparan Logo

Yang Perlu Dilakukan Orang Tua pada Anak dengan Dwarfisme

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak dengan dwarfisme dan orang tua.  Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dengan dwarfisme dan orang tua. Foto: Thinkstock

Dwarfisme merupakan salah satu kelainan hormon yang bisa terjadi pada anak. Kondisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi terbatas. Misalnya, mempunyai lengan, kaki, dan anggota tubuh lain lebih pendek dari biasanya.

Dikutip dari Mom Junction, kelainan hormon ini dapat terjadi karena faktor genetik, penyakit tulang, dan beberapa penyakit tertentu lainnya, seperti sindrom down, sindrom turner, dan sejenisnya. Bahkan, dwarfisme juga bisa dipicu oleh gangguan nutrisi selama kehamilan dan berat badan lahir rendah.

Jika tidak segera diatasi, maka dwarfisme akan menyebabkan komplikasi tertentu, mulai dari penyempitan saluran hidung, infeksi telinga, sampai hidrosefalus. Selain mendapatkan penanganan medis yang tepat, peran orang tua juga sangat diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.

11 Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua pada Anak dengan Dwarfisme

Ilustrasi anak dengan dwarfisme. Foto: Shutterstock

Moms, anak dengan dwarfisme biasanya mengalami masalah pada lingkungan sosial akibat kondisi fisik yang dimilikinya. Oleh karena itu, penting untuk orang tua mendampingi dan memberikan perhatian khusus untuk mengatasi kondisi ini. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:

  • Melakukan kunjungan berkala ke dokter anak atau konselor genetik untuk memahami kebutuhan anak sesuai pertumbuhannya.

  • Tidak melakukan fisioterapi lain selain yang disarankan oleh ahli medis.

  • Mengubah posisi tidur anak untuk membantu kekuatan leher dan punggung anak.

  • Mengevaluasi kemampuan dan perilaku anak sesuai usianya.

  • Menjaga kenaikan berat badan anak untuk mengurangi tekanan berlebih pada tulang.

  • Mengubah beberapa alat di rumah agar lebih mudah dijangkau oleh anak, seperti menambahkan kabel roll pada sakral, menggunakan gagang pintu yang lebih panjang, dan menambahkan tempat duduk khusus di toilet.

  • Memberikan furnitur khusus yang sesuai dengan anak, seperti bangku, meja, dan kursi.

  • Membuat perubahan konstruksi di kamar tidur anak untuk memudahkan akses ke tempat tidur atau barang-barang di rak.

  • Memilih pakaian yang sesuai dengan bentuk tubuh anak.

  • Memberikan kesempatan kepada anak untuk bergaul lebih banyak dengan orang lain supaya mereka memiliki teman.

  • Tidak bereaksi terhadap komentar negatif dari orang lain.

  • Tidak menonjolkan keistimewaan anak untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

kumparan post embed