Yang Perlu Dipahami Orang Tua Bila Anak Hadapi Kesulitan Belajar dari Rumah
ยทwaktu baca 3 menit

Akibat pandemi virus corona, jutaan anak usia sekolah di Indonesia terpaksa menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) meski di beberapa daerah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas mulai dijalankan.
Meski sudah berlangsung lebih dari 1,5 tahun, pembelajaran jarak jauh atau dari rumah masih tetap menjadi tantangan tersendiri. Tak hanya untuk anak, tapi juga untuk orang tua.
Banyak orang tua yang stres karena anak mengalami kesulitan untuk belajar dari rumah sementara mereka juga merasa tidak mampu mendampingi anak belajar. Kalau sudah begini harus bagaimana, ya?
Faktor yang Perlu Dipahami untuk Dampingi Anak Belajar
Kepercayaan diri orang tua dalam mendidik anak merupakan faktor penting yang sangat menentukan kemampuan anak dalam beradaptasi. Hal ini dijelaskan oleh Fajriyatul Hidayah, S.Pd, Terapis Edukasi/Orthopedagog.
Menurutnya, orang tua terlebih dulu harus siap menerima keadaan yang ada, seperti situasi pandemi corona ini.
Tak hanya orang tua, rupanya faktor keluarga juga dapat mempengaruhi adaptasi anak saat belajar dari rumah.
"Proses BDR ini keluarga berpengaruh dalam faktor adaptasi. Ketika anak kesulitan beradaptasi, mungkin sebagai orang tua atau pendamping di rumah tidak langsung peka bahwa anak sebenarnya sedang alami kesulitan untuk beradaptasi, memahami materi, dan sebagainya," ujar perempuan yang akrab disapa Fajri itu dalam Instagram Live bersama Petak Pintar dengan tema 'Susah Belajar dari Rumah: Haruskah Waspada Masalah Kesulitan Belajar?' yang dihelat baru-baru ini.
Pada saat orang-orang di rumah atau keluarga tak dapat mengenali hal atau kurang peka terhadap tanda-tanda tersebut, kondisi si kecil yang sulit beradaptasi karena sistem belajarnya 'dipindahkan' ke rumah pun akan berangsur lama. Bahkan bisa saja menimbulkan masalah baru.
Untuk itu, orang tua maupun anggota keluarga di rumah harus saling bekerja sama dalam hal ini. Fajri menuturkan bahwa penerimaan menjadi kunci utama agar anak mudah beradaptasi saat belajar dari rumah.
Selain itu, orang tua dan anggota keluarga yang mendampingi anak bisa cepat tanggap ketika melihat tanda-tanda apabila anak mengalami kesulitan belajar. Ingat Moms, jangan langsung memarahi si kecil jika ia tak bisa mengerjakan tugas yang diberikan sekolah.
"Kalau kita langsung marah, anak enggak bisa belajar. Yang ada kita bertanya 'anak ini kenapa ya?' Kita bisa memberi langkah selanjutnya ke anak-anak kita. Kita mau gimana, kita memberikan solusi, dan menciptakan lingkungan yang seperti apa," ungkapnya.
Tak hanya membangun kerja sama dengan anggota keluarga di rumah, orang tua juga diharapkan dapat menjalin komunikasi yang baik dengan guru di sekolah.
Orang tua harus berani bertanya dan mengungkapkan apa yang ia rasakan kepada guru tentang bagaimana cara menangani anak yang kesulitan belajar misalnya. Sebab, jika dari awal sudah merasa tak percaya dengan dirinya sendiri, maka kesulitan yang akan dihadapi kemungkinan bertambah.
"Kalau orang tua yang dari awal aduh susah aku enggak bisa. Mungkin dia untuk bertanya sama gurunya saja enggak pede. Atau tanya sama orang lain jadinya menghindar, malah jadinya kan nyalahin anak. Kesulitan nambah lagi," tutupnya.
