Yang Perlu Dipahami Orang Tua Bila Pup Bayi Berwarna Gelap

15 Juli 2021 11:10
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi bayi dengan melena atau kondisi feses yang berwarna gelap. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi dengan melena atau kondisi feses yang berwarna gelap. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Pernah melihat feses atau pup bayi berwarna gelap? Ya Moms, saat buang air besar, bayi terkadang mengeluarkan pup atau kotoran yang berwarna gelap.
ADVERTISEMENT
Penyebabnya beragam, mulai dari makanan hingga masalah pencernaan bayi. Namun umumnya, feses yang gelap bukan masalah yang serius pada bayi.
Lain halnya bila kondisi ini berlangsung dalam waktu yang lama, terutama disertai gangguan pernapasan. Bila ini yang terjadi, sebaiknya bayi segera dibawa ke dokter. Mengapa?

Melena, Kondisi yang Dapat Membahayakan Bayi

Pup Bayi Berwarna Gelap bisa jadi anda Melena Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pup Bayi Berwarna Gelap bisa jadi anda Melena Foto: Shutterstock
Feses berwarna gelap yang disertai gangguan pernapasan merupakan salah satu tanda bayi mengalami melena. Menurut What to Expect, melena adalah kondisi feses yang berwarna hitam yang bertekstur lengket seperti lem dan sulit dibersihkan.
Meski berwarna hitam, tapi melena berbeda dengan mekonium atau kotoran yang dikeluarkan bayi pada hari-hari pertama kehidupannya.
Kondisi ini bisa jadi menandakan adanya pendarahan pada sistem pencernaan yang dapat membahayakan bayi. Meski jarang terjadi pada bayi, melena tetap harus diwaspadai, terlebih sistem pencernaan bayi yang masih belum bekerja secara maksimal.
ADVERTISEMENT
ABC Kids Inc melansir, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan melena pada bayi.

7 Penyebab Melena pada Bayi

1. Pendarahan internal
Ilustrasi ibu menggantikan popok bayi. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menggantikan popok bayi. Foto: Getty Images
Salah satu alasan pertama dan paling umum yang sering menyebabkan melena pada bayi adalah sejumlah pendarahan yang terjadi secara internal. Biasanya, pendarahan ini terjadi di kerongkongan bayi, perut, atau di bagian pertama usus kecil bayi, dan memberikan warna hitam kemerahan dan gelap pada feses bayi.
2. Robekan di kerongkongan
Dalam beberapa kasus, bayi mungkin mengalami robekan di kerongkongan yang biasanya disebabkan karena muntah hebat yang terjadi beberapa kali. Kondisi ini juga terkadang disebut dalam dunia medis sebagai Mallory Weiss tear.
3. Peradangan perut
Beberapa bayi dapat mengalami peradangan pada lapisan lambung, suatu kondisi yang juga disebut sebagai gastritis. Kondisi ini akan menimbulkan pendarahan, yang akhirnya membuat feses bayi berwarna gelap.
ADVERTISEMENT
4. Sakit maag
Ilustrasi bayi sakit. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi sakit. Foto: Pixabay
Tak hanya orang dewasa, beberapa bayi juga bisa mengalami sakit maag dan terkadang bisa menyebabkan pendarahan. Ini juga bisa membuat feses berwarna hitam pekat dan merah marun yang merupakan feses melena.
5. Masalah pada pembuluh darah
Jika pembuluh darah bayi tidak berkembang dengan baik atau karena alasan tertentu tidak berfungsi sebagaimana mestinya, hal itu juga dapat menyebabkan pendarahan internal atau masalah yang berkaitan dengan darah, dan menyebabkan feses melena.
Ilustrasi masalah organ pencernaan bayi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi masalah organ pencernaan bayi. Foto: Shutter Stock
6. Masalah pada suplai darah
Dalam beberapa kasus yang terjadi pada bayi, suplai darah yang seharusnya mencapai beberapa bagian usus terputus, dan akibatnya kotoran bayi terlihat seperti feses melena.
7. Masalah organ pencernaan
Ada juga kemungkinan pada beberapa penyebab seriu, seperti kerusakan atau keterbelakangan pada organ pencernaan bayi. Misalnya ada pelebaran lebih dari yang dibutuhkan di kerongkongan atau di daerah perut. Selain itu, adanya varises, yaitu pembuluh darah yang tumbuh terlalu banyak di kerongkongan atau di daerah perut juga dapat menyebabkan melena.
ADVERTISEMENT
Penulis: Hutri Dirga Harmonis
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020