1 Juta Orang Diprediksi Hadiri Festival Agama Hindu di Sungai Gangga India

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Umat Hindu menghadiri ritual petang setelah berendam di air Sungai Gangga pada kesempatan festival Maha Shivratri selama festival keagamaan Kumbh Mela di Haridwar (11/3/2021). Foto: PRAKASH SINGH/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Umat Hindu menghadiri ritual petang setelah berendam di air Sungai Gangga pada kesempatan festival Maha Shivratri selama festival keagamaan Kumbh Mela di Haridwar (11/3/2021). Foto: PRAKASH SINGH/AFP

Sekitar satu juta umat Hindu diperkirakan menghadiri gelaran festival keagamaan di Negara Bagian Benggala Barat, India, pada Jumat (14/1) dan Sabtu (15/1) ini. Padahal, kasus COVID-19 di India tengah melonjak.

Dikutip dari Reuters, pada Selasa (11/1), Pemerintah India melaporkan 168.063 kasus baru. Angka ini melonjak pesat dibandingkan pada akhir Desember lalu, yang hanya berkisar belasan ribu.

Peningkatan kasus ini terjadi bersamaan dengan menurunnya jumlah testing COVID-19 di India. Ini disebabkan Pemerintah India mencabut aturan wajib tes corona bagi kasus-kasus kontak erat.

Akibat ancaman varian Omicron, banyak negara bagian yang mengumumkan pemberlakuan jam malam.

Ilustrasi Festival agama Hindu Gangasagar Mela di India. Foto: Dibyangshu Sarkar/AFP

Wilayah Ibu Kota Delhi memberlakukan lockdown akhir pekan, menutup kantor-kantor swasta, restoran, dan bar.

Tetapi, lonjakan kasus tidak menghentikan ratusan ribu peziarah menghadiri festival Gangasagar Mela, untuk merayakan Makar Sankranti. Perayaan tersebut menandakan musim panen yang berlangsung setiap 14 Januari.

Pada festival Gangasagar Mela, para umat Hindu akan melakukan mandi suci di Sungai Gangga. Festival tersebut berlangsung di Teluk Benggala, Pulau Sagar, Benggala Barat.

Negara bagian ini melaporkan penambahan kasus tertinggi kedua di India setelah Maharashtra, rumah dari Kota Mumbai.

“Jumlah peziarah dapat mencapai 800.000 hingga 1 juta. Kami mencoba untuk menerapkan seluruh protokol COVID-19,” ujar menteri pengelola festival Gangasagar Mela, Bankim Chandra Hazra.

“Kami juga sudah menyusun rencana untuk memercikkan air suci lewat drone supaya tidak ada kerumunan, tetapi para sadhu bersikeras untuk menceburkan diri [ke Sungai Gangga]. Kami tidak bisa mencegah mereka,” lanjut dia. Sadhu adalah orang suci dalam agama Hindu.

Ilustrasi Festival agama Hindu Gangasagar Mela di India. Foto: Dibyangshu Sarkar/AFP

Sebelumnya, seorang dokter di Kota Kolkata, Benggala Barat, sudah melayangkan permohonan kepada Pengadilan Tinggi untuk melarang berjalannya festival. Ia mengkhawatirkan acara ini dapat menjadi peristiwa superspreader.

Namun, permohonannya ditolak oleh Pengadilan Tinggi. Festival terbesar kedua setelah Kumbh Mela ini tetap berlangsung hingga puncaknya, yaitu 17 Januari nanti.

Festival Kumbh Mela, festival keagamaan terbesar di India, pada tahun lalu memicu ledakan kasus COVID-19 India.

Ratusan ribu umat Hindu berkumpul di Haridwar, India, untuk melakukan mandi suci di Sungai Gangga.

Tak lama setelah festival, tsunami COVID-19 terjadi. Rumah sakit dan krematorium dibuat kewalahan akibat tingginya jumlah pasien baru dan pasien meninggal. Saat itu, tsunami kasus dipicu oleh varian Delta.

Kini, total kasus corona India mencapai 35,88 juta infeksi dan 484.213 kematian.