1 Napi LP Denpasar Tenggak Disinfektan Campur Nutrisari Alami Gangguan Ginjal

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Botol minuman yang digunakan warga binaan untuk mengoplos disinfektan. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Botol minuman yang digunakan warga binaan untuk mengoplos disinfektan. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Kondisi narapidana (napi) kasus narkotika yang menenggak cairan disinfektan dicampur Nutrisari di Lapas Perempuan Klas II A Denpasar membaik. Sebanyak 19 napi telah kembali ke jeruji besi sambil menjalani rawat jalan.

Kepala Instansi Gawat Darurat (IGD) RSUP Sanglah I Made Mulyawan mengatakan, satu napi lainnya masih dirawat karena mengalami gangguan fungsi ginjal.

"Saat ini masih ada satu pasien di rawat di ruang inap di ruang Lely. Kondisi pasien stabil, tapi butuh pengawasan karena keracunan yang berakibat pada sistemik komplikasi terutama pada ginjal," kata Mulyawan, Senin (14/6).

kumparan post embed

Ia memperingatkan bahaya mengkonsumsi disinfektan. Di antaranya, sakit berupa gangguan fungsi ginjal hingga menyebabkan kematian.

"Sampai saat ini yang meninggal satu pada tanggal 10 hari Kamis pukul 15.30 WITA. Kondisinya parah sekali dan fungsi gangguan ginjalnya sudah tidak tertolong lagi," kata Mulyawan.

Sebanyak 21 narapidana kasus narkotika di Lapas Perempuan Klas II A Denpasar pesta miras pada Selasa (8/6) dan Rabu (9/6) lalu. Mereka mengoplos cairan disinfektan dengan Nutrisari. Mereka mencuri disinfektan dari gudang lapas.

Kamis (10/6) mereka dilarikan ke RSUP Sanglah karena keracunan. Mereka mengalami sakit perut, kepala pusing, sesak napas dan dada terbakar. Dari 21 napi, satu orang di antaranya dinyatakan meninggal.