1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamensos Agus Jabo dalam program CNN Indonesia bertema "1 Tahun Sekolah Rakyat Menyalakan Harapan dan Masa Depan Bangsa" di Studio 2 CNN Indonesia TV, pada Kamis (25/6/2026). Foto: Biro Humas / Andika Puja Kusuma
zoom-in-whitePerbesar
Wamensos Agus Jabo dalam program CNN Indonesia bertema "1 Tahun Sekolah Rakyat Menyalakan Harapan dan Masa Depan Bangsa" di Studio 2 CNN Indonesia TV, pada Kamis (25/6/2026). Foto: Biro Humas / Andika Puja Kusuma

Selama 1 tahun terakhir, Sekolah Rakyat menjadi salah satu ikhtiar pemerintah untuk menangani masalah anak-anak putus sekolah, belum sekolah, dan tidak sekolah, dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Meski baru seumur jagung, namun program prioritas Presiden tersebut mulai menampakkan hasil.

“Memang tidak mudah pada awalnya, tapi alhamdulillah selama setahun ini, secara umum program dan pelaksanaan Sekolah Rakyat ini cukup berhasil. Terbukti misalnya, anak-anak ataupun siswa yang tadinya, kurang percaya diri, menjadi percaya diri. Yang tadinya badannya kurus, menjadi gemuk,” ujar Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus Jabo dalam program talkshow CNN Indonesia bertema “1 Tahun Sekolah Rakyat Menyalakan Harapan dan Masa Depan Bangsa” di Studio 2 CNN Indonesia TV, pada Kamis (25/6/2026).

Selain Agus Jabo, talkshow juga menghadirkan narasumber Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf, serta Konsultan Pendidikan dan Karier Ina Liem.

Agus Jabo menekankan bahwa seluruh anak Indonesia harus memperoleh pendidikan yang layak.

“Yang tidak mampu, negara yang harus menyekolahkan. Ini konsep sekolah rakyat seperti itu,” jelasnya.

Program Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pendidikan anak, namun juga pemberdayaan keluarganya, untuk memutus mata rantai kemiskinan.

“Kita memberdayakan orang tua siswa ini supaya bisa mandiri, mendapatkan penghasilan sendiri dan hidupnya juga sejahtera,” jelasnya.

Melihat besarnya manfaat serta hasil yang telah dicapai, Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf menyampaikan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat.

“Pasti dukung 100 persen. Karena ini cara Bapak Presiden untuk mendorong anak-anak yang tidak punya mimpi bisa diwujudkan,” ujar Furtasan.

Ia juga menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat perlu terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional.

Wamensos Agus Jabo dalam program CNN Indonesia bertema "1 Tahun Sekolah Rakyat Menyalakan Harapan dan Masa Depan Bangsa" di Studio 2 CNN Indonesia TV, pada Kamis (25/6/2026). Foto: Biro Humas / Andika Puja Kusuma

Dukungan terhadap Sekolah Rakyat juga datang dari Konsultan Pendidikan dan Karier Ina Liem. Dia menyampaikan bahwa konsep Sekolah Rakyat memiliki dasar yang berkaitan dengan kondisi rumah anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Jadi idenya memang sangat bagus. Karena pendidikan itu kan dimulai dari rumah sebetulnya ya, bukan dari sekolah. Tapi masalah masyarakat miskin dan miskin ekstrem, rumahnya ini kan tidak kondusif untuk pendidikan,” ujar Ina.

Ia menilai bahwa pola sekolah berasrama memberi ruang bagi anak untuk mendapat pendampingan yang lebih teratur.

Di penghujung acara, Agus Jabo kembali menekankan bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah negara untuk memutus transmisi kemiskinan.

“Presiden tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin. Jadi sekolah rakyat inilah jawaban dari negara untuk memutus rantai kemiskinan,” pungkasnya.