news-card-video
30 Ramadhan 1446 HMinggu, 30 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

10 Mahasiswa ITB Pakai Pinjol Danacita

31 Januari 2024 16:43 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pers rilis dari ITB terkait polemik pembayaran UKT skema pinjol di Gedung Rektorat ITB, Kota Bandung. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pers rilis dari ITB terkait polemik pembayaran UKT skema pinjol di Gedung Rektorat ITB, Kota Bandung. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
ADVERTISEMENT
Penggunaan skema pinjaman online (pinjol) melalui Danacita yang diterapkan oleh ITB bagi mahasiswa yang hendak membayar UKT menuai polemik belakangan ini. Sejauh ini, ITB menyebut total terdapat 10 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa jenjang sarjana dan pascasarjana yang mengajukan pinjol ke Danacita.
ADVERTISEMENT
"Yang meminjam tidak banyak hanya 10 orang dengan baru-baru ini dan itu lebih banyak mahasiswa pascasarjana bukan mahasiswa sarjana," kata Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan dan Pengembangan ITB, Muhamad Abduh, di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung, pada Rabu (31/1).
Abduh tak menyebut secara rinci besaran pinjaman yang diajukan oleh mahasiswa. Menurut dia, pinjaman yang diajukan akan disesuaikan dengan tagihan yang tertera dalam situs akademik.
Misalnya, jika total tagihan dari mahasiswa adalah senilai Rp 40 juta, maka pinjaman yang diberikan oleh Danacita pun maksimal senilai Rp 40 juta. Uang yang telah dicairkan, akan langsung ditransfer ke rekening ITB, bukan ke rekening mahasiswa.
"Persetujuan itu (pinjaman) harus disetujui oleh orang tua atau wali mahasiswa, jadi tidak bisa serta merta mahasiswa datang kemudian mengajukan dan disetujui. Jadi harus ada proses verifikasi," ucap dia.
ADVERTISEMENT
Abduh juga menyebut tak semua mahasiswa yang mengajukan pinjaman disetujui oleh Danacita. Sebab, sebagai lembaga keuangan bukan bank, Danacita juga mempertimbangkan kemampuan dari mahasiswa untuk membayar cicilan.
"Sistem peminjaman ini tanpa agunan sehingga pasti institusi melakukan penyaringan secara ketat. Mereka akan memperkecil risiko," kata dia.
Di lokasi yang sama, Direktur Keuangan ITB, Anas Ma'ruf, memastikan 10 mahasiswa itu baru mengajukan pinjaman ke Danacita pada bulan Januari. Dengan demikian, belum didapati ada mahasiswa yang menunggak cicilan.
"Jadi belum ada yang meminjam sebelum bulan Januari, jadi baru saja meminjamnya, jadi belum ada temuan mahasiswa yang gak bisa bayar ya," kata dia.
Mahasiswa ITB menggelar demo di Gedung Rektorat ITB, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, terkait pembayaran UKT. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan kabar Kampus ITB yang memberi layanan pinjaman online (pinjol) bagi mahasiswanya untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Informasi itu diunggah oleh media sosial X dengan nama akun @ITBfess.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya, layanan itu diberikan oleh ITB bekerja sama dengan pihak ketiga yakni Danacita. Danacita pun memberi informasi sebagai mitra resmi dari ITB. Adapun peminjaman dana diajukan tanpa DP dan jaminan. Mahasiswa yang meminjam dapat memilih opsi pembayaran dalam waktu 6 bulan atau 12 bulan.
Sementara, dalam unggahan lainnya, diinformasikan soal bunga yang dikenakan bagi peminjam. Apabila peminjam mengajukan dana senilai Rp 12,5 juta dengan tenor selama 12 bulan, maka per bulannya peminjam harus membayar senilai Rp 1.291.667. Diinformasikan pula bahwa biaya bulanan platform yakni sebesar 1,75 persen dan biaya persetujuan 3,00 persen.