11 ABK WNI Positif Corona via Rapid Test Saat Penumpukan di Soetta

kumparanNEWSverified-green

comment
11
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
401 WNI yang bekerja sebagai ABK di 3 kapal pesiar luar negeri menumpuk di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
401 WNI yang bekerja sebagai ABK di 3 kapal pesiar luar negeri menumpuk di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Istimewa

Sempat terjadi penumpukan penumpang di area kedatangan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kamis (7/5). Penumpukan terjadi karena 401 pekerja migran Indonesia kembali dari luar negeri secara bersamaan.

Dari pemeriksaan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soetta, ditemukan 11 ABK WNI dari Italia positif virus corona hasil rapid test.

"Iya betul, 11 ABK WNI dari Italia, satu pesawat. Berdasarkan tes cepat (rapid test)," kata Kepala KKP Bandara Soetta, Anas Maruf, saat dikonfirmasi, Jumat (8/5).

Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3). Foto: ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro

Anas memastikan 11 ABK WNI itu langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

"Langsung malam itu dibawa, dirujuk ke Wisma Atlet," jelas Anas.

Himbauan di Bandara Soekarno Hatta Terminal 3 CGK terkait virus corona. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Anas menjelaskan saat kejadian memang terjadi penumpukan penumpang karena kedatangan ratusan pekerja migran Indonesia dari luar negeri secara bersamaan. Pekerja migran Indonesia itu datang dengan empat pesawat. Paling banyak berasal dari Malaysia.

"Sebenarnya, setiap hari kita melakukan pemeriksaan terhadap WNI yang kembali ke Indonesia, pada hari itu memang empat pesawat datang bersamaan kita memang agak lama, karena setiap orang perlu waktu diwawancarai, dites, jadi memang cukup lama," ungkap Anas.

"Kemudian ada WNI dari Malaysia yang kebanyakan adalah pekerja migran yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, meski sudah dibatasi tapi duduknya menggerombol. Pesawat dari Kuala Lumpur ini yang penumpangnya relatif banyak," imbuhnya.

embed from external kumparan

Anas memastikan protokol kesehatan telah dilakukan, namun jumlah pekerja migran Indonesia yang datang itu tak sebanding dengan petugas yang melakukan pemeriksaan.

"Petugas kita ada 29, tapi kan memang waktu satu orang diwawancara 2 menit, ada yang dites butuh waktu 5 menit, jadi memang agak lama," terang Anas.

Mereka yang boleh bepergian selama PSBB. Foto: Nadia P/kumparan

Anas menegaskan, setiap hari pihaknya selalu bersiaga di pos pemeriksaan kedatangan di Bandara Soetta. Penemuan kasus positif hasil rapid test seperti ini, kata Anas, bukan yang pertama kalinya.

"Nah dari pemeriksaan kemarin itu ada yang dinyatakan positif, tidak hari itu saja, juga ada beberapa hari yang lalu juga ada ditemukan, hari ini juga, dan langsung dirujuk ke Wisma Atlet dan rumah sakit rujukan lain," pungkasnya.

kumparan post embed

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

--------------------------------

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.